Khofifah Larang Perayaan Tahun Baru dan Tutup Bioskop hingga Wisata Air

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 17:38 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya - Menjelang perayaan Nataru, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan kegiatan perayaan libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021. SE nomor 800/23604/118.5/2020 ini mengatur tentang protokol kesehatan khususnya di tempat wisata saat libur Nataru kali ini.

Beberapa poin di antaranya yakni, soal kapasitas akomodasi hotel sesuai zona COVID-19 di Jatim saat ini. Untuk akomodasi/hotel di zona merah maksimal kapasitas 25 persen. Zona oranye maksimal 50 persen dan zona kuning 75 persen.

Selain itu, di SE tersebut juga tertulis larangan kegiatan hiburan yang menimbulkan kerumunan massa. Dalam SE itu juga tercantum wisata kolam renang dilarang buka. Dalam SE itu, Khofifah juga masih melarang bioskop buka di daerah yang masih berstatus zona merah juga zona oranye.

SE itu sendiri ditujukan kepada 38 bupati/wali kota di Jatim, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Wisata Jatim serta Ketua Pelaku Usaha Seni Budaya Jatim. SE itu mulai berlaku pada 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Khofifah sendiri saat dikonfirmasi menyatakan SE tersebut dikeluarkan karena penyebaran COVID-19 di Jatim mengalami kenaikan. Untuk perayaan Nataru kali ini, dilarang ada pesta.

"Tidak diperkenankan perayaan pesta akhir tahun. Setiap akomodasi (hotel) atau tempat wisata yang punya wisata air, dilarang buka. Mereka yang datang ke tempat wisata/akomodasi, wajib menunjukkan surat rapid test negatif," ujar Khofifah.

"Pemprov sudah memutuskan apakah terkait akomodasi, wisata, perayaan Nataru. Bioskop juga dilarang. Wisata air dilarang dibuka. Hal-hal yang terkait dengan kerumunan yang berpotensi penyebaran COVID-19, kita menyerukan untuk ditiadakan sementara," tegasnya.

Bagaimana isi surat edaran Gubernur Jatim, ini penjelasannya: