Jelang Misa Natal, Gereja di Bojonegoro Disterilkan, Prokes Ketat Diterapkan

Ainur Rofiq - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 12:41 WIB
polres bojonegoro
Polisi mensterilkan gereja sebelum pelaksanaan misa (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro -

Jelang Natal, gereja dan tempat ibadah di Bojonegoro mulai intensif dijaga tim aparat gabungan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaat untuk bisa beribadah. Dan gereja yang digunakan untuk ibadah hari ini disterilisasi.

Yang melakukan sterilisasi adalah tim Jibom Brimob kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim dan Sat Sabhara Polres Bojonegoro. Dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia, salah satu lokasi yang disterilisasi yakni gereja Katolik Santo Paulus di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Kota Bojonegoro.

Para anggota Tim Jibom melaksanakan sterilisasi di dalam gereja, samping kanan-kiri gereja serta halaman tempat parkir kendaraan, dengan menggunakan alat pendeteksi logam yang digunakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya baik di dalam gereja atau di luar gereja. Tim juga langsung bergerak melakukan cek semua sudut ruangan yang akan digunakan misa natal.

"Sterilisasi gereja dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian terpusat Lilin Semeru tahun 2020 di wilayah hukum Polres Bojonegoro," ujar Pandia kepada detikcom, Kamis (24/12/2020).

Pandia mengatakan untuk pengamanan menjelang ibadah setiap pengunjung atau jemaat yang masuk akan diperiksa dari pihak gereja didampingi dari pihak kepolisian.

"Untuk pengunjung atau jemaat juga dilakukan penerapan protokol kesehatan dari pihak gereja dan didampingi dari polisi, karena yang mengetahui jemaatnya adalah pihak gereja," kata Pandia.

Dalam situasi dan kondisi yang masih pandemi COVID-19, bagi pengunjung atau jemaat gereja wajib mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan dilarang berkerumun saat beribadah nanti. Sebelum masuk, suhu badan para pengunjung atau jemaat diukur dengan thermo gun.

"Protokol kesehatan wajib dilaksanakan saat menjalankan ibadah nanti. Sudah kita sampaikan kepada pengurus gereja untuk menghimbau jemaatnya untuk mematuhi protokol kesehatan yakni 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Di samping itu, untuk membatasi kapasitas di dalam gereja dan waktu menjalankan ibadah untuk diperpendek sehingga jangan sampai ada klaster baru nantinya," jelas Pandia.

Pandia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas Natal dan Tahun Baru. Pandia juga meminta warga tetap disiplin protokol kesehatan dan mematuhi Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru demi kepentingan bersama.

(iwd/iwd)