Hari Ibu, PDIP Surabaya: Momentum Perkuat Kebijakan Pro-Perempuan

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 23:06 WIB
pdip surabaya
Foto: Istimewa
Surabaya -

Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan pro-perempuan di Kota Surabaya. Suara itu disampaikan para politisi perempuan dari PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Penguatan kebijakan pro-perempuan di Surabaya terus dilakukan di penghujung masa jabatan Wali Kota Tri Rismaharini, maupun setelah itu di bawah 'nakhoda baru' Eri Cahyadi-Armuji.

"Kita harus terus mendorong dan memastikan, tidak ada lagi diskriminasi pada kaum perempuan. Negara harus terus hadir memastikan semua kebijakannya tidak bias gender," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Dyah Katarina.

Anggota DPRD Surabaya itu mengatakan saat ini sudah semakin banyak kaum perempuan yang berkiprah di sektor publik, mulai dari dunia pemerintahan, bisnis, pendidikan, hingga politik.

"Tentu tren ini harus dijaga dan ditingkatkan. Kaum perempuan harus semakin banyak mengisi karir di ruang-ruang publik," tegas Dyah.

Wakil Ketua PDIP Surabaya Khusnul Khotimah menambahkan selama ini telah banyak kebijakan Pemkot Surabaya di era Wali Kota Bambang DH hingga Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana yang sukses mengarusutamakan kaum perempuan. Kebijakan tersebut harus terus didorong di era kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji ke depan.

"Gender mainstreaming, termasuk dalam penyusunan APBD, harus menjadi landasan dalam politik kebijakan Eri Cahyadi-Armuji. Beliau berdua yang merupakan kader PDI Perjuangan pasti sangat memahami hal tersebut," ujar Khusnul yang juga ketua Komisi D DPRD Surabaya.

Adapun Wakil Ketua PDIP Surabaya Siti Maryam menambahkan kaum perempuan di Surabaya telah tumbuh menjadi kaum terdidik, kompeten, dan layak mengisi ruang-ruang publik.

Selanjutnya
Halaman
1 2