Optimis Dengan Ketum Baru, PPP Jatim Minta Sekjen Harus Dari NU

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 21 Des 2020 23:51 WIB
ppp jatim
DPW PPP Jatim saat mengikuti Muktamar IX secara virtual di salah satu hotel di Surabaya (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Suharso Monoarfa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). DPW PPP Jatim meminta jabatan Sekretaris Jenderal harus diisi kader PPP yang NU.

"Ya memang, PPP kan didirikan 4 kursi, salah satunya NU. Sosok NU ini butuh untuk mengangkat dan berjuang bersama partai," ujar Sekretaris Wilayah PPP Jatim Norman Zein Nahdi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/12/2020).

Norman membenarkan bahwa awalnya PPP Jatim mengusulkan Caketum yang berasal dari NU. Nama-nama yang beredar sendiri seperti Gus Ipul (Mantan Wagub Jatim), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) yang pernah menjadi kader PPP dan NU tulen. Namun, justru Suharso Monoarfa yang terpilih sebagai Ketum dan bukan representasi NU.

"Tapi bagaimana pun ini sudah final dan aklamasi. Sosok Pak Suharso juga mumpuni. Maka saat ini, PPP Jatim minta sosok Sekjennya harus NU," tegasnya.

Kini, lanjut Norman, PPP Jatim mengusulkan nama Musyaffa' Noer sebagai Sekjen PPP. Diketahui, Musyaffa' saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PPP Jatim.

Sosok Suharso sendiri di mata pengurus PPP Jatim, adalah sosok berpengalaman. Apalagi, Suharso saat ini menjabat sebagai Menteri PPN/Bappenas.

"Jadi kita aklamasi ke Pak Suharso. Tidak ada calon lain, meski sempat muncul nama Gus Yasin (Wagub Jateng) tapi gak lanjut. Kami melihat Pak Suharso berpengalaman meski cukup berusia. Dia juga Menteri Bappenas, pemikirannya Pak Jokowi juga dari beliau mulai rencana pemindahan ibu kota baru," jelasnya.

Soal target Suharso menang Pemilu 2024, Norman menilai hal itu wajar. Apalagi, PPP kini sudah kembali solid pasca lima tahun terakhir terkena badai dualisme partai, hingga kasus korupsi yang menerpa dua Ketum PPP (Suryadharma Ali dan Romahurmuziy).

"Pak Suharso mumpuni lah mimpin ke depan dengan target itu wajar. Apalagi PPP pasca tsunami politik yang dialami beberapa waktu terakhir sempat membuat sulit kembali ke batas ambang atau parlementary threshold. Ini tentu kerja berat, semua DPW akan mengevaluasi untuk menargetkan kemenangan di Pemilu 2024," pungkasnya.

(iwd/iwd)