2.325 Personel Diterjunkan untuk Amankan Pilkades Serentak di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 18:58 WIB
Polisi menyiapkan 2.325 personel untuk mengamankan Pilkades serentak di Sidoarjo. Ada 173 desa yang menggelar Pilkades.
Apel Pergeseran Personel untuk mengamankan Pilkades serentak di Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Polisi menyiapkan 2.325 personel untuk mengamankan Pilkades serentak di Sidoarjo. Ada 173 desa yang menggelar Pilkades.

Untuk desa-desa yang rawan konflik akan mendapatkan perhatian khusus serta penambahan personel. Sebanyak 173 desa itu tersebar di 18 kecamatan. Total ada 1.384 tempat pemungutan suara (TPS). Ribuan personel itu merupakan gabungan dari Polisi, TNI dan Satuan Brimob dari Polda Jatim.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji mengatakan, untuk mengamankan Pilkades serentak di Sidoarjo pihaknya mengerahkan 2.325 personel. Pilkades akan dilaksanakan pada Minggu (20/12).

"Kami sudah memetakan ada sekitar 28 desa tingkatnya yang rawan konflik. Untuk antisipasi itu kami akan kerahkan personel tambahan dari Brimob Polda Jatim," kata Sumardji usai gelar pergeseran personel di parkir Gor Delta Sidoarjo, Sabtu (19/12/2020).

Simak juga video 'Pilkada Usai, Mendagri Kini Cek Kesiapan Pilkades 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Ia menjelaskan, seluruh personel akan dikerahkan pada saat pelaksanaan Pilkades. Pada saat menjelang persiapan hingga rekapitulasi penghitungan suara. Selain itu ada ratusan personel yang stand by di mapolresta, apabila ada konflik di salah satu desa, dengan cepat segera dikerahkan ke desa tersebut.

"Pelaksanaan pengaman selama tiga hari. Mulai hari ini hingga hari Senin (21/12)," tambah Sumardji.

Sumardji menambahkan, karena masih pandemi COVID-19, semua personel yang diterjunkan harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Di lokasi TPS hanya disiapkan 50 kursi bagi warga yang akan menyalurkan hak pilihnya.

"Tapi saat pelaksanaannya ada kerumunan yang melebihi batas, maka personel yang bertugas di TPS melarang jangan sampai ada kerumunan. Kalau perlu kerumunan tersebutlah dibubarkan," pungkas Sumardji.

(sun/bdh)