Kafe di Sidoarjo yang Tawarkan Layanan Prostitusi Ditutup

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 13:48 WIB
polisi bongkar kafe esek-esek
Muncikari yang telah ditetapkan jadi tersangka (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Polisi membongkar praktik prostitusi yang terjadi di Yayang Cafe and Resto, Sidoarjo. Kini, cafe tersebut telah ditutup dan disegel oleh polisi.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Ali Mahfud mengatakan pihaknya telah menutup kafe yang menyediakan layanan prostitusi tersebut. Penutupan ini hingga proses penyelidikan selesai.

"Kita sudah pasang police line, kita tutup sampai batas waktu tertentu dan sampai penyidikan selesai," kata Ali kepada detikcom di Surabaya, Kamis (17/12/2020).

Sementara itu, Ali menyebut pihaknya juga telah mengembangkan kasus ini dengan memeriksa manajemen kafe. Ternyata layanan prostitusi tersebut dijalankan oleh muncikari yang bukan merupakan bagian dari kafe.

"Kemarin kita kembangkan ke arah situ, sementara tidak ada keterkaitan. Jadi tanggung jawab moral ada, tapi tanggung jawab kepidanaan tidak ada. Justru malah manajemennya dibikin rugi," ungkap Ali.

Tak hanya itu, Ali menyebut tersangka muncikari yang bernama Janji Ratnawati atau Mami Semi ini tidak bekerja di kafe.

"Dia sebagai mami, bosnya anak-anak itu pemandu lagu. Dia freelance," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini, polisi mengamankan tujuh pemandu lagu atau LC, seorang kasir dan seorang tamu untuk dimintai keterangannya menjadi saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni celana dalam pria dan wanita, uang Rp 1,4 juta yang menjadi tip LC dan muncikari, hingga bill room karaoke di lokasi kejadian.

Sedangkan untuk tersangka Janji Ratnawati (41) atau kerap disebut Mami Semi, warga Jalan KH Sulaiman, Desa Gemurung, Gedangan, Sidoarjo ini dikenakan pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman pidana 1 tahun lebih 5 bulan. Mami Semi dijadikan tersangka karena menyediakan jasa prostitusi yang menawarkan pemandu lagu untuk melayani tamu berhubungan asusila.

(hil/iwd)