KPPS Tandai Surat Suara, Warga Kedurus Surabaya Coblos Ulang Hari Ini

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 13 Des 2020 12:43 WIB
coblos ulang pilwali surabaya
Coblos ulang di TPS 46 Kedurus, Karangpilang, Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Warga Perumahan Gunungsari Indah Surabaya hari ini kembali menyalurkan hak suaranya di Pilwali Kota Surabaya. Itu setelah KPU menetapkan TPS 46 Kedurus, Karangpilang harus menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) alias coblos ulang.

Ketua Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) Karangpilang, Rohim mengatakan pelaksanaan PSU di TPS ini merupakan instruksi KPU Surabaya dan dari hasil rekomendasi Bawaslu.

Sebelumnya, KPU menyebut ada temuan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang memberikan penanda pada surat suara, sehingga tidak menjamin asas kerahasiaan pemilih.

Kendati demikian, Rohim mengaku optimis pelaksanaan PSU ini lebih semarak. Karena, pihaknya telah mengantarkan surat pemberitahuan pada H-1. Selain itu, pihak RT dan RW juga sudah mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih.

"Apa lagi ini karena hari libur. Kedua, undangan yang kami sampaikan sudah kami sebar semua, kemudian dibantu masyarakat untuk mengingatkan kepada yang lain," kata Rohim di TPS 46, Minggu (13/12/2020).

Rohim mengatakan meski disebut ada pelanggaran, pihaknya mengaku ada unsur ketidaksengajaan dan ketidaktahuan petugas KPPS dengan memberikan tanda nomor di surat suara.

"Unsur ketidaksengajaan dia dan ketidaktahuan dia menandai nomor 1 sampai 100 misalnya dan itu karena di surat suara itu rangkap, sehingga spontan dia menulis itu. Jadi tidak ada unsur lain selain ketidaksengajaan," imbuhnya.

Rohim berharap masyarakat bisa antusias untuk memberikan suaranya demi Surabaya yang lebih baik. Sedangkan pada 9 Desember 2020 lalu, Rohim menyebut ada 216 warga yang menggunakan hak pilihnya dari total 452 daftar pemilih tetap (DPT).

Sementara itu, warga Perumahan Gunungsari Indah, Kristiana mengaku tidak masalah jika dia dan suaminya harus kembali datang ke TPS untuk coblos ulang. Dia memahami adanya kesalahan yang dilakukan oleh KPPS.

"Kalau mau diulang ya enggak apa-apa. Mungkin ada sesuatu terjadi kekeliuaran," ujar Indah.

Sebagai warga negara yang baik, Indah akan mendukung keputusan pemerintah, khususnya penyelenggaran Pilkada. "Sebagai warga kami mendukung pemerintahan," pungkasnya.

Tonton juga video 'Pesan Khofifah Usai Nyoblos: Siapapun yang Terpilih, Jangan Euforia':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)