Persiapan TPS di Surabaya yang Akan Gelar Coblosan Ulang

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 22:45 WIB
Satu TPS di Pilkada Surabaya akan menggelar coblosan ulang, Minggu (13/12). Yakni TPS 46 di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang.
Persiapan coblosan ulang di Surabaya/Foto: Esti Widiyana
Surabaya - Satu TPS di Pilkada Surabaya akan menggelar coblosan ulang, Minggu (13/12). Yakni TPS 46 di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang.

Hal itu dilakukan setelah Ketua KPPS memberikan nomor pada surat suara saat pencoblosan, Rabu (9/12). Berbagai persiapan telah dilakukan, seperti perlengkapan pencoblosan sudah dikirim ke TPS 46 pukul 14.00 WIB. Pemungutan suara ulang (PSU) akan digelar seperti pada Rabu (9/12), yakni pukul 07.00-13.00 WIB.

Ketua PPK Karangpilang, Rohim mengatakan, kebutuhan pencoblosan ulang telah diberikan secara berkala. Logistik dari KPU Surabaya dikirim terlebih dulu ke kecamatan Karangpilang, kemudian diserahkan ke KPPS TPS 46.

"Semua sudah lengkap, APD lengkap, kotak suara, sampul, dan lainnya lengkap," kata Rohim kepada detikcom di TPS 46, Sabtu (12/12/2020).

Bawaslu, sebelumnya telah mengirim surat ke KPU, soal rekomendasi coblos ulang. Rohim menjelaskan, sebenarnya pemberian nomor di surat suara itu dengan tujuan baik, namun hal itu justru membuat TPS-nya harus mengulang pemungutan suara.

"Penomeran itu untuk memudahkan KPPS dalam akhir penutupan, misalkan yang datang 200, jadi kalau dapat nomor 200 dateng kedua dikasih nomer 2 dan kebetulan ada seseorang yang kartunya sama dengan yang masuk, itu mencuat ke atas. Penomoran sebelum warga datang," jelasnya.

Karena Bawaslu sudah merekomendasi untuk PSU, pihaknya pun harus melaksanakannya. PPK juga akan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada KPPS terkait ketentuan Pemilu agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

"Semua yang menjadi peraturan yang ada, baik bimtek kepada KPPS kita berikan motivasi. Bukan aib, biasa saja sebenarnya, karena ada rekomendasi dari Bawaslu, kami harus melaksanakan," lanjutnya.

Rohim mengatakan, upaya yang dilakukan adalah petugas KPPS TPS 46 menyurati warga untuk bisa nyoblos ulang. Tidak ada kendala dalam mengundang warga.

"Seperti biasa, kita beri pemberitahuan ke masyarakat, ditulis ketua KPPS, H-1 disampaikan ke masyarakat sebanyak DPT, door to door. Kalau mengundang nggak ada kesulitan," kata Rohim.

Partisipasi masyarakat diyakini tidak akan menurun. Saat Pilkada, Rabu (9/12), separuh DPT golput atau tidak menggunakan hak pilihnya.

"Kalau kami terkait partisipasi masyarakat kemarin itu awal 50 persen dari DPT 216 dari 452, tetap optimis pemilih akan datang. Karena dekat jarak antara TPS dan rumah DPT," jelasnya.

Dalam pencoblosan Rabu (9/12), paslon nomor urut satu meraih 121 suara. Sedangkan paslon nomor urut dua mendapat 77 suara. (sun/bdh)