Pilkada Mojokerto Diwarnai Dugaan Black Campaign, 5 Pelaku Diidentifikasi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 16:03 WIB
black campaign di mojokerto
2 Emak-emak penyebar selebaran black campaign yang diamankan Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Pilbup Mojokerto sempat dibuat panas oleh beredarnya selebaran yang disinyalir mengandung kampanye hitam (black campaign). Bawaslu bersama Gakkumdu berhasil mengidentifikasi 5 pelaku penyebaran selebaran tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fahrudin Asy'at mengatakan pihaknya menerima 2 laporan terkait indikasi kampanye hitam pada Sabtu (5/12). Kedua laporan datang dari simpatisan pasangan cabup-cawabup Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa (Ikbar).

Indikasi kampanye hitam pertama terjadi di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg pada Jumat (4/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu warga mengamankan 2 emak-emak sedang menyebarkan selebaran yang diduga berisi kampanye hitam di jalan kampung. Yaitu perempuan berinisial SM (49) dan AN (39), keduanya warga Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg.

"Karena sempat ramai di jalan, pelaku dibawa ke kantor desa. Oleh kepala desa, Bhabinkamtibmas dan PKD (pengawas kelurahan/desa) dibawa ke Polsek Gedeg. Mereka diamankan untuk mencegah kericuhan. Keduanya dipulangkan Sabtu (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB setelah ada jaminan keamanan dari kades masing-masing," kata Aris saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (11/12/2020).

Indikasi kampanye hitam kedua terjadi di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo pada Sabtu (5/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Para saksi mengidentifikasi 3 pria yang diduga sebagai penyebar selebaran. Yaitu berinisial AR (19), NR (22) dan BA (22), ketiganya warga Desa Sumengko. Selebaran di Desa Sumengko sama dengan di Desa Gembongan.

"Di Desa Sumengko ada 500 selebaran sudah habis disebarkan oleh pelaku. Sedangkan di Desa Gembongan belum dapat separuhnya (dari 500 lembar), pelaku sudah diamankan warga," terang Aris.

Selebaran yang disebarkan kelima pelaku menyerang pasangan Ikbar. Selebaran tersebut berjudul 'Dinasti Koruptor Hentikan!'. Pada bagian isi menampilkan sosok Eks Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) saat ditahan KPK terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).