Soal Black Campaign di Pilbup Serentak, PDIP Jatim: Itu Nggak Gentle

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 21:36 WIB
pdip banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi angkat bicara soal maraknya black campaign dalam pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak di tahun 2020. Kusnadi menilai bahwa praktik kampanye menyimpang adalah wujud demorasi yang tercederai.

"Setiap orang pasti punya kekurangan. Ayolah kita semua ini mendukung calon pemimpin masing-masing. Itu nggak gentle. Marilah dalam berkontestasi ini, berkompetisilah secara fair secara gentle," kata Kusnadi kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

Disebutkan Kusnadi, salah satu kampanye hitam terjadi di Banyuwangi. Selain itu ada beberapa kasus kampanye hitam yang terjadi kepada paslon yang diusung PDIP di Pilbup Serentak 2020. Seharusnya, katanya, dalam proses mencari calon pemimpin sebaiknya melalui proses yang sehat.

Apabila dalam berkompetisi menggunakan cara-cara yang kotor, Kusnadi menilai bahwa hal ini sama saja dengan mengajari masyarakat dengan hal-hal yang kurang baik.

"Pemilihan ini kan proses mencari calon pemimpin yang baik, jadi caranya juga harus baik. Sudahlah, tinggalkan cara-cara kurang baik. Lakukan pendekatan yang baik kepada masyarakat tanpa harus menjelek-jelekan orang lain," katanya saat di kantor DPC PDIP Banyuwangi.

Dicontohkan oleh politisi dari partai besutan Megawati Soekarno Putri ini, bahwa berpolitik adalah ajang untuk menonjolkan diri masing-masing. Bukan malah menjadi ajang untuk saling membunuh karakter.

Untuk pesta demokrasi di Pilbup Banyuwangi, PDIP optimis akan meraih kemenangan. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh kader untuk turut aktif dalam berkampanye memenangkan Ipuk Fiestiandani.

"Soal urusan berapa persen kemenangan PDIP itu biar jadi target DPC. Kalau kami di DPD, intinya setiap calon dari PDIP harus menang. Sudah itu aja. Namun harus menggunakan cara yang baik dan tidak membunuh lawan," tandas Kusnadi.

(iwd/iwd)