KPU Surabaya Akan Distribusikan Logistik Pilwali Besok

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 07 Des 2020 22:09 WIB
KPU Surabaya
Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Pilkada Serentak akan diselenggarakan pada Rabu (9/12) mendatang. KPU Surabaya memastikan logistik pemilu telah terpenuhi dan akan didistribusikan besok.

"Jadi untuk proses distribusi belum, masih besok. Saat ini logistik berada di tingkat kecamatan. Karena distribusinya H-1," ujar Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Naafilah Astri Swarist, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (7/12/2020).

Naafilah menjelaskan kelengkapan logistik itu meliputi surat suara, bilik, tinta, hingga APD pencegah COVID-19 dan kebutuhan lainnya. Saat ini, logistik tersebut masih berada di tingkat kecamatan.

Terkait kendala saat proses distribusi, Naafilah menjelaskan, cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini cukup dikhawatirkan. Salah satunya hujan deras yang bisa menyebabkan banjir.

"Kesulitannya kita prepare ini, tentu menjaga logistik dari cuaca hujan, angin kencang dan banjir. Kita akan pastikan, bahwa logistik-logistik itu aman dan tidak rusak saat distribusi dari kecamatan ke TPS-TPS," terangnya.

Dalam Pilkada Surabaya 2020, Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 2 juta lebih. Angka ini naik sekitar 54 ribu dari Pilkada Surabaya 2015 lalu.

"DPT sebanyak 2.089.027 untuk Pilkada Serentak 2020 di Kota Surabaya," ujar Naafilah.

Jumlah DPT di Pilkada Surabaya 2020 tersebut terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 1.016.395. Dan pemilih perempuan sebanyak 1.072.632.

Dari jumlah DPT tersebut, lanjut Naafilah, mengalami kenaikan sebanyak 54.138 pemilih ketimbang pada Pilkada Surabaya 2015 lalu. Pada Pilkada tersebut, jumlah DPT berjumlah 2.034.307.

Sementara untuk jumlah TPS di Surabaya dalam Pilkada Serentak 2020 ini, Naafilah menyebut ada 5.184 TPS yang tersebar di seluruh kota.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi menyatakan target pemilih untuk Pilkada Serentak 2020 ini ialah 77,5 persen partisipasi. Itu artinya, sekitar 1.618.995 pemilih.

"Target partisipasinya di tingkat nasionl semua sama 77,5 persen. Kita selama ini telah bersosialisasi tatap muka menyisir berbagai segmen pemilih, mulai pemilih pemula, netizen, perempuan, komunitas, kawasan padat penduduk. Kita sapa mereka langsung agar memilih. Dan hal yang penting adalah untuk pendidikan politik bagi mereka," ujar Subairi.

(iwd/iwd)