Pria Tewas Tertabrak Truk Pertamina Belum Dapat Asuransi, Ini Kata Jasa Raharja

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 07 Des 2020 19:24 WIB
viral pria tertabrak truk
Keluarga korban tertabrak truk Pertamina di Polres Madiun (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Pria yang duduk bersila di tengah jalan telah tewas tertabrak truk tangki Pertamina di Madiun. Namun upaya keluarga untuk mendapatkan asuransi Jasa Raharja belum membuahkan hasil.

Korban adalah Rizal Nur Efendi (16), warga Desa Cungul, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jateng. Korban tewas ditabrak truk Pertamina pada Sabtu (21/11).

Jasa Raharja menilai kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan polisi. Karena itu Jasa Raharja belum bisa memberikan asuransi sebelum ada hasil dari penyelidikan.

"Berdasarkan kondisi saat ini bahwa kasus tersebut saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Pihak Satlantas Polres Madiun. Pada prinsipnya Jasa Raharja menunggu proses penyidikan tersebut selesai. Apapun hasil dari penyelidikan maka Jasa Raharja akan segera memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada kesempatan pertama," ujar Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Madiun Adhitya Angga Dewa dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (7/12/2020).

Adhitya menyampaikan bahwa kasus kematian tidak bisa mendapatkan asuransi Jasa Raharja jika korban bunuh diri.

"Memang ada penyebab kematian yang tidak bisa mendapat asuransi seperti bunuh diri. Bukan maksud menolak, tapi menang ada mekanismenya. Kita masih menunggu proses penyelidikan polisi," kata Adhitya.

Adhitya mengungkapkan bahwa video viral detik-detik kecelakaan pria tersebut tidak dapat menjadi dasar sifat keterjaminan kasus tersebut. Yang menjadi dasar adalah hasil atau pembuktian penyelidikan polisi.

"PT Jasa Raharja Sebagaimana tertuang dalam peraturan pemerintah No. 18 Tahun 1965 tentang Ketentuan ketentuan Pelaksanaan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, Pasal 17 Ayat 2 Huruf (a), senantiasa menunggu pembuktian hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang berupa Bukti Proses Verbal dalam hal ini adalah Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kepolisian Republik Indonesia," ungkapnya.

Dalam siaran pers yang diterima, disebutkan juga isi dari Undang-undang tentang pertanggungjawaban kecelakaan lalu lintas.

Bahwa berdasarkan Undang-undang No 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan pada Pasal 4 Ayat 1 menyebutkan "setiap orang yang menjadi korban mati atau cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan lalu lintas yang tersebut dalam Pasal 1 (Definisi Angkutan Lalu Lintas Jalan) Dana akan memberikan kerugian kepadanya atau kepada ahli warisnya sebesar jumlah yang di tentukan berdasarkan peraturan pemerintah. Dapat di simpulkan Yang mendapatkan jaminan berdasarkan Undang-undang ini ialah mereka yang berada di jalan di luar alat angkutan yang menyebabkan kecelakaan.

Meskipun korban kecelakaan telah memenuhi ketentuan jaminan pertanggungan pada Pasal 4 Ayat 1 Undang - Undang No 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalanjo. Pasal 10 PP No. 18/1965, namun jaminan pertanggungan tersebut tidak berlaku atau hak atas pembayaran santunan dinyatakan tidak ada apabila kecelakaan yang dialami memenuhi hal-hal yang dikecualikan pada Pasal 13 PP No.18/1965.

Penerapan Pasal 13 PP No. 18/1965 dalam penolakan suatu pembayaran santunan harus dilaksanakan secara hati-hati dan cermat serta didukung oleh bukti yang kuat.Apabila hal-hal yang dikecualikan dalam Pasal 13 PP No. 18/1965 tercantum pada Laporan Polisi/Bukti Kejadian Kecelakaan Lainnya dari Instansi Berwenang, maka perlu dicermati terlebih dahulu apakah kecelakaan semata-mata disebabkan oleh hal-hal yang dikecualikan tersebut atau dengan kata lain, apakah hal-hal yang dikecualikan tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan.

Sebelumnya viral video seorang pria yang duduk bersila di tengah jalan raya lalu ditabrak truk tangki Pertamina. Sempat masih hidup dan disebut hanya luka lebam usai ditabrak, pria tak beridentitas yang diduga mempunyai gangguan jiwa tersebut tewas saat menjalani perawatan di RSUD Caruban.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Surabaya-Madiun KM 153-154 Desa Sumberbening Kecamatan Balarejo, Madiun pada Sabtu (21/11) pukul 19.00 WIB. Polisi mengamankan Sutopo (51), sopir truk tangki Pertamina yang menabrak pria viral bersila di jalan raya. Pria warga Kediri itu telah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan. (iwd/iwd)