Mahasiswa UK Petra Bikin Aplikasi Atur Durasi Anak Nge-game Saat Daring

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 07 Des 2020 07:23 WIB
Mahasiswa UK Petra Bikin Aplikasi Atur Durasi Anak Main Game Saat Belajar Daring
Mahasiswa UK Petra (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Saat pandemi COVID-19 pembelajaran tatap muka dialihkan ke daring. Namun tak sedikit anak yang justru memanfaatkan waktu luangnya bermain game. Hal itu menjadi PR bagi orang tua.

Beranjak dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Univeristas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya membuat Aplication Monitoring System (AMS). Aplikasi itu dibuat oleh Jeremy Winston, Yansen Suwanto, Joshua Alexander Heriyanto, James David TM dan Jerich Eli Santoso ini bekerja mengunakan prinsip IoT.

"Aplikasi ini memiliki fungsi untuk mengatur durasi bermain anak pada laptop yang digunakan. Misalnya orang tua ingin mengatur waktu main gamenya satu jam per hari. Setelah satu jam gamenya akan off dengan sendirinya, esoknya baru bisa digunakan lagi," kata Jeremy mahasiswa Prodi Teknik Elektro UK Petra ini, Senin (7/12/2020).

Jeremy mengatakan, aplikasi ini bisa membantu orang tua memonitor game apa yang dimainkan anak. Aplikasi ini dapat diakses di mana saja oleh orang tua, karena sudah terhubung internet.

Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Orang tua tinggal mengunduh aplikasi di HP milik orang tua dan laptop yang digunakan anak bermain game online. Kemudian orang tua membuat akun, lalu baru log in untuk mengatur waktu bermain anak perhari, per bulan atau disesuaikan.

"Setelah diatur lewat smartphone milik orang tua akan masuk ke server, server inilah yang mengirim ke aplikasi di laptop. Sementara untuk aplikasi yang di laptop, orang tua juga harus memasukkan nama anak dan game apa yang bisa dimainkan," jelasnya.

Yasen Suwanto menjelaskan ke depannya aplikasi akan dikembangkan dengan fitur yang dapat mendeteksi game sesuai umur anak. "Ada beberapa game dengan batasan usia, jadi nantinya aplikasi ini bisa memfilter game yang sesuai mereka agar anak bisa bermain game sesuai umurnya," kata Yasen.

Yasen dan timnya berharap aplikasi yang dibuat ini membantu orang tua mengontrol bermain game anak. Selain itu juga berkomunikasi dengan anak soal durasi dalam bermain game agar bisa tetap fokus pada pembelajaran.

"Kalau misal diberitahu saja, biasanya ada anak yang masih curi-curi waktu main game. Tapi kalau sudah pakai aplikasi ini mainnya satu ya, satu jam," harapnya.

Melalui aplikasi AMS ini, lima mahasiswa UK Petra ini berhasil meraih juara 2 kategori aplikasi Mobile/Web dalam Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa Lo Kreatif 2020 yang digelar APTISI Wilayah VII Jawa Timur.

(fat/fat)