Tim Pemenangan: Warga Surabaya Antusias Jemput Kemenangan Eri Cahyadi-Armuji

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 12:37 WIB
eri cahyadi-armuji
Eri Cahyadi-Armuji bersama pendukungnya (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Tim Pemenangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armuji semakin memantapkan barisan. Tim pemenangan mantap menjemput kemenangan pada Pilkada Surabaya 9 Desember mendatang.

Berbagai hasil survei lembaga kredibel yang memenangkan paslon nomor 01 Eri-Armuji dinilai oleh Tim Pemenangan adalah bukti nyata aspirasi rakyat untuk tetap meneruskan berbagai program pembangunan Kota Pahlawan.

"Hasil survei ini menunjukkan gelombang kuat dukungan rakyat kepada pasangan calon yang benar-benar telah berpengalaman bekerja untuk warga Surabaya," ujar Ketua Tim Pemenangan Eri-Armudji, Adi Sutarwijono, Sabtu (5/12/2020).

Pria yang akrab disapa Awi ini mengatakan kemenangan Eri-Armuji adalah kemenangan rakyat, karena seluruh gerak pemenangan dilakukan oleh warga secara bergotong royong.

"Kampanye kami adalah kampanye rakyat. Tanpa lelah, dari pagi sampai malam, berdialog dari hati ke hati. Semua warga gotong royong karena tidak ingin Surabaya yang sudah baik ini dirusak. Terlebih dengan munculnya video 'Hancurkan Risma' yang viral luas," ujar Adi.

Seperti diketahui, mayoritas lembaga survei kredibel memenangkan Eri-Armudji dengan selisih dua digit melampaui Machfud-Mujiaman. Di antaranya SMRC dengan elektabilitas Eri-Armuji 48,5 persen dibanding Machfud-Mujiaman 37,3 persen. Lalu Indo Survey and Strategi dengan elektabilitas Eri-Armuji 47,95 persen dibanding Machfud-Mujiaman 27,73 persen.

Demikian pula survei Cyrus Network yang mengunggulkan Eri-Armuji 55,3 persen dibanding Machfud-Mujiaman 33,8 persen. Surabaya Survey Center (SSC) juga menempatkan Eri-Armuji 49,9 persen, meninggalkan Machfud-Mujiaman 38,1 persen. Sedangkan Charta Politika menyebut elektabilitas Eri-Armuji 51,2 persen, meninggalkan Machfud-Mujiaman 40,7 persen.

Pada masa tenang, Adi meminta semua komponen pendukung untuk tetap waspada, terutama pada potensi politik uang.

"Kita semua waspada, tim bersama rakyat mengawasi betul ancaman politik uang. Rakyat tidak akan terbeli dengan pembagian sembako, sarung, dan uang. Logika arek-arek Suroboyo adalah logika kebaikan, tidak akan mempan dibarter dengan uang oleh calon yang paling kaya sekali pun," tandas Awi.

(hil/iwd)