Menristek Harapkan Kampus Unair akan Kuliah Tatap Muka Awal 2021

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:06 WIB
Vaksin Merah Putih buatan Unair akan dilakukan uji tahap 4 validasi dan uji praklinis. Uji validasi akan dilakukan di lab BSL dan mitra BIOTIS mulai Desember 2020 hingga Oktober 2021.
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pembelajaran kuliah tatap muka akan dilakukan awal 2021. Menristek Bambang Brodjonegoro menyebut salah satu perguruan tinggi yang akan melakukan kuliah tatap muka Luar Jaringan (Luring) adalah Universitas Airlangga (Unair).

"Februari nanti Pak Rektor (M. Nasih) memutuskan untuk memulai membuka kampus dengan pendekatan hybrid online dan offline," kata Bambang melalui aplikasi zoom bersama Unair, Jumat (4/12/2020).

Bambang mengatakan, kampus di Amerika Serikat sudah berani melakukan metode pembelajaran hybrid sejak September lalu. Karena di sana menerapkan screening kepada seluruh warga kampus rutin.

"Karena mereka mengkombain selain managemen kuliah adalah dengan pemeriksaan (saliva) yang langsung dicek PCR 2 kali seminggu untuk individu di universitas, mahasiswa, dosen, tenaga pendidik atau semua yang ingin masuk ke kampus," jelasnya.

Menurutnya hal seperti itu penting dilakukan untuk pengecekan COVID-19 baik ke tenaga pendidik maupun mahasiswa. Jika Unair menerapkan screening awal, bisa diikuti tempat lain selain perguruan tinggi.

"Kalau kampus melakukan ini, saya yakin yang lain akan berani ngikutin. Maksudnya apakah bandara, stasiun kereta api, kantor, unit pemerintah dan segala macam," ujarnya.

Bambang mendorong Unair agar menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain. Tentunya ini juga menjadi PR bagi pengajar di Indonesia.

"Jadi saya harap kampus terutama Airlangga ini yang dilengkapi kemampuan penelitiannya, tolong mulai push system ini sehingga Februari. Februari ya mulai kuliah (Tanya ke rektor) nanti mudah-mudahan Unair dan universitas lain bisa menjadi contoh, inilah cara penanganan COVID-19. Tolong ini menjadikan PR buat bapak-ibu di Airlangga demi keberlangsungan pendidikan di Indonesia dan Airlangga sendiri," pungkasnya.

(fat/fat)