75 Orang Positif COVID-19, Universitas Brawijaya Belum Putuskan Kuliah Tatap Muka

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 16:21 WIB
Universitas Brawijaya (Unibraw)
Kampus Unibraw Malang (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Universitas Brawijaya (UB) belum bersikap menerapkan kuliah tatap muka Januari 2021. Meski Kemendikbud Dirjen Dikti telah memberi restu pembelajaran Luar Jaringan (Luring). Apalagi setelah ada 75 orang positif COVID-19 yang masuk dalam 3 klaster.

"Itu memperhatikan kondisi daerah masing-masing. Perlu koordinasi dengan Satgas Kota dan Kabupaten Malang. Karena, dua kampus kita di dua daerah ini," kata Ketua Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi (Monevfas) Prof Unti Ludigdo saat dikonfirmasi, Jumat (4/12/2020).

Menurut dia, perkuliahan luring bukan hanya soal aktivitas dalam kampus saja. Mahasiswa tidak hanya berkuliah di dalam gedung.

Mereka juga berkegiatan di luar kampus. Dengan kondisi itu, UB tidak akan bisa membatasi interaksi mahasiswa di luar kampus.

"Diharapkan memang, kerumunan dikurangi dalam kampus. Kantin mungkin bisa ditutup. Tapi, siapa bisa menjamin aktivitas mahasiswa di luar kampus," tegasnya.

Prof Unti menjelaskan, UB adalah bagian dari komunitas masyarakat. Selain aktivitas internal kampus, ada aktivitas luar yang sangat memungkinkan untuk dijalankan.

Adanya aktivitas di luar kampus itulah, yang memiliki potensi penularan virus COVID-19 sangat tinggi. Apalagi, sudah 75 civitas terinfeksi virus COVID-19, dan ditemukan dua klaster karena aktivitas diluar kampus.

Sehingga, UB perlu berpikir panjang jika akan menerapkan kuliah tatap muka. "Kasus konfirmasi positif COVID-19 di UB, karena adanya kegiatan di luar kampus," jelasnya.

Sebelumnya sebanyak 75 civitas UB di dalamnya meliputi tenaga pendidik dan dosen terkonfirmasi positif COVID-19.

Sebagian dari mereka menjalani perawatan di rumah sakit dan lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah.

(fat/fat)