Niat Bahagiakan Istri Jadi Pintu Rezeki Bagi Pria di Blitar Ini

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 15:00 WIB
Pria di Blitar ini tak menyangka bisa meraup untung dari karya yang ia buat. Sebab awalnya ia hanya berniat membahagiakan sang istri, dengan membuat hiasan untuk mempercantik interior rumah.
Hiasan dinding karya Andik Widodo/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Pria di Blitar ini tak menyangka bisa meraup untung dari karya yang ia buat. Sebab awalnya ia hanya berniat membahagiakan sang istri, dengan membuat hiasan untuk mempercantik interior rumah.

Pria ini yakni Andik Widodo, warga Jalan Majapahit Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Pria 31 tahun ini lihai membuat model pola yang tak ketinggalan zaman. Dari papan jenis medium density fiber (MDF), pola yang sudah dirancang diaplikasikan di atas papan MDF.

Kemudian papan dipotong sesuai pola, dengan finishing touch cat pastel bernuansa girly. Jadi deh beragam hiasan dinding yang menarik dan mempercantik tampilan ruangan.

"Istri itu kan suka dekorasi rumah bergaya Turki. Saya pikir pasti harganya mahal kalau beli. Lalu pas senggang, saya bikinkan sendiri. Istri saya sangat suka, minta dibikinkan model lainnya," ujar Andik kepada detikcom, Minggu (22/11/2020).

Pria di Blitar ini tak menyangka bisa meraup untung dari karya yang ia buat. Sebab awalnya ia hanya berniat membahagiakan sang istri, dengan membuat hiasan untuk mempercantik interior rumah.Andik Widodo, warga Jalan Majapahit Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan/ Foto: Erliana Riady

Andik sejak kecil suka bermain dekorasi rumah dan mendekor panggung menggunakan styrofoam. Kemampuannya itu dikembangkan di media MDF dan kayu. Dengan modal awal Rp 300 ribu, karya pertamanya untuk membahagiakan sang istri kemudian dipotret.

"Itu sekitar tahun 2015. Fotonya saya posting di akun medsos saya. Ternyata banyak yang tertarik lalu pesan ingin dibuatkan juga. Nah dari situ, pesanan terus mengalir sampai sekarang," paparnya.

Selain hiasan dinding, ada yang pesan tempat tisue, tempat botol air mineral, tempat telur dan lain sebagainya. Andik pun menyesuaikan bahan yang digunakan sesuai pesanan. Untuk produk aplikatif, dia menggunakan bahan kayu. Jika hanya untuk hiasan dinding, bahan MDF akan dipilihnya.

Karena pesanan makin banyak, Andik mengajak beberapa pemuda lain untuk membantu pekerjaannya. Dalam sehari, workshopnya di Jalan Majapahit ini mampu memproduksi sekitar 600 pieces barang berbahan MDF. Dan sekitar 60 pieces barang berbahan kayu.

"Nilai jualnya beragam. Kalau yang MDF mulai Rp 5 ribu sampai 200 ribu. Kalau yang berbahan kayu, harganya mulai Rp 50 ribu sampai satu juta," ungkapnya.

Andik mengaku memasarkan produknya secara online melalui e-commerce dan Instagram. Dengan pemasaran online ini, kini pesanan yang diterimanya tak hanya dari dalam negeri. Namun juga dari sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam
dan Singapura.

"Pandemi omzet turun sampai 20 persen. Tapi saya bertekad mempertahankan kualitas produksi dan tenaga kerja yang sudah banyak membantu saya," kata bapak dengan satu anak ini.

Bagi Andik, setiap usaha pasti ada pasang surutnya. Namun jangan sampai kendala yang ada menjadi rintangan untuk terus berkarya. Andik berharap, usahanya ini bisa menginspirasi para pasangan yang baru membina rumah tangga agar berani mengeksplorasi kemampuan mereka.

"Setiap orang pasti dianugerahi kelebihan. Kalau kita berani terus mencoba, itu bisa jadi ladang bisnis utama rumah tangga kita," pungkasnya.

(sun/bdh)