Operasi Yustisi di Jatim Terus Digalakkan Meski Jumlah Pelanggar Lebih 5,5 Juta

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 08:41 WIB
Petugas gabungan menggelar Operasi Yustisi  di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Selain operasi protokol kesehatan (prokes), razia ini juga untuk mengantisipasi aksi kejahatan.
Ilustrasi (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Operasi Yustisi di Jawa Timur terus digelar untuk menekan kasus penyebaran COVID-19. Operasi ini dilakukan untuk menindak masyarakat yang abai akan protokol kesehatan agar senantiasa disiplin memakai masker dan tidak berkerumun.

Dari data sejak 14 September hingga 23 November 2020, Polda Jatim dibantu TNI dan pemerintah daerah, telah melakukan 477.971 kegiatan operasi. Dalam operasi yustisi yang digelar serentak ini, tercatat ada 5.543.815 pelanggaran.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan rata-rata pelanggar yang terjaring operasi ini biasanya karena tak menggunakan masker hingga berkerumun atau tidak menerapkan physical distancing.

Truno menyebut pelanggaran terbanyak mendapatkan teguran dari polisi. Kini, jumlah teguran mencapai 4.639.842. Truno menambahkan.ada 3.685.818 yang mendapat teguran lisan.

"Sisanya sebanyak 954.042 pelanggar mendapat teguran tertulis," kata Truno kepada detikcom di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Tak hanya itu, Truno memaparkan ada pula 83.108 masyarakat yang dikenakan sanksi denda. Nilai denda ini bervariasi tergantung dari peraturan bupati atau wali kota. Sedangkan uang dendanya, akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat.

"Ada 83.108 masyarakat yang didenda, dan nilai dendanya mencapai Rp 3.556.482.000 atau Rp 3 Miliar lebih," imbuhnya.

Sementara untuk masyarakat yang mendapat sanksi kerja di fasilitas umum ada 703.477 orang. Untuk yang disita KTP, tercatat ada 117.304 masyarakat.

Truno menambahkan ada 80 lokasi tempat usaha yang terpaksa harus ditutup sementara karena tidak menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan masyarakat yang terkena sanksi kurungan penjara ada 4 orang.

(hil/fat)