Operasi Yustisi di Jatim Tindak Lebih 5 Juta Pelanggar Protokol Kesehatan

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 09:00 WIB
sanksi Operasi Yustisi COVID-19 di Bondowoso Digelar Secara Virtual
Ilustrasi pelanggar kesehatan (Foto file: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Surabaya -

Operasi Yustisi di Jawa Timur telah menindak lebih dari 5 juta pelanggar. Operasi ini digelar untuk menindak masyarakat yang abai akan protokol kesehatan. Kebanyakan pelanggar yang terjaring operasi ini biasanya karena tak menggunakan masker hingga berkerumun atau tidak menerapkan physical distancing.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan data sejak 14 September hingga 18 November 2020, pihaknya dibantu TNI dan pemerintah telah menggelar 425.910 operasi. Hasilnya, ada 5.112.548 pelanggar yang terjaring.

Truno menyebut pelanggaran terbanyak mendapatkan teguran dari polisi. Kini, jumlah teguran mencapai 4.276.182. Rinciannya, ada 3.393.982 yang mendapat teguran lisan.

"Sisanya sebanyak 882.200 pelanggar mendapat teguran tertulis," kata Truno kepada detikcom di Surabaya, Jumat (20/11/2020).

Truno menambahkan ada pula 79.748 masyarakat yang dikenakan sanksi denda. Nilai denda ini bervariasi tergantung dari peraturan bupati atau wali kota. Sedangkan uang dendanya, akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat.

"Ada 79.748 masyarakat yang didenda, dan nilai dendanya mencapai Rp 3.406.291.000 atau Rp 3 Miliar lebih," imbuhnya.

Sementara untuk masyarakat yang mendapat sanksi kerja di fasilitas umum ada 645.288 orang. Untuk yang disita KTP, tercatat ada 111.326 masyarakat.

Truno menambahkan ada 80 lokasi tempat usaha yang terpaksa harus ditutup sementara karena tidak menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan masyarakat yang terkena sanksi kurungan penjara ada 4 orang.

Tnton video '29 Hari Operasi Yustisi, Terkumpul Rp 3,4 Miliar Sanksi Denda':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)