9 Kecamatan di Lamongan Terancam Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 19:36 WIB
Ada 75 desa di Lamongan yang awan kena bencana hidrometeorologi. Puluhan desa tersebut berada di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Bengawan Njero, anak Bengawan Solo.
Simulasi penanganan bencana hidrometeorologi di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Ada 75 desa di Lamongan yang awan kena bencana hidrometeorologi. Puluhan desa tersebut berada di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Bengawan Njero, anak Bengawan Solo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Mugito menyebut, puluhan desa tersebut ada di 9 kecamatan.

"Daerah yang rawan terkena dampak itu adalah daerah yang ada di sepanjang aliran Bengawan Solo. Mulai dari Kecamatan Babat sampai ke Kecamatan Glagah. Lainnya yaitu di sepanjang Sungai Bengawan Njero, ada sekitar 75 desa di 9 kecamatan," kata Mugito pada wartawan usai Apel Kesiapsiagaan Bencana di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Rabu (25/11/2020).


Mugito menambahkan, 9 kecamatan tersebut yakni Babat, Laren, Karanggeneng, Turi, Maduran, Sekaran, Kalitengah, Karangbinangun dan Glagah. Selain banjir, di 9 kecamatan ini juga rawan terjadi tanah longsor, di sepanjang tanggul-tanggul sungai tersebut.

"Ancaman bencana lain yang juga bisa terjadi di Lamongan adalah tanah longsor. Baik di sepanjang Bengawan Solo maupun daerah perbukitan seperti di Lamongan bagian utara dan selatan. Sedangkan untuk angin puting beliung ini bisa terjadi di wilayah dataran tinggi," imbuhnya.

Lebih jauh Mugito mengatakan, untuk mengantisipasi ancaman La Nina, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Di antaranya bersama dinas dan instansi terkait melakukan normalisasi sungai dan pembersihan saluran irigasi yang ada di kawasan Kota Lamongan.

Selanjutnya
Halaman
1 2