Ini Dampak Limbah Home Industry Tahu di Jombang yang Dibuang Sembarangan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 15:02 WIB
home industry tahu di jombang
Home industry tahu di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Pembuangan limbah cair 71 industri rumahan (home industry) tahu di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang selama puluhan tahun, berdampak serius terhadap lingkungan. Limbah cair tersebut telah mencemari sungai, lahan pertanian, hingga air tanah.

Sebanyak 71 industri rumahan tahu (sebelumnya disebut 69) tersebar di 3 desa di Kecamatan Jogoroto. Yakni di Desa Mayangan, Sumbermulyo dan Ngumpul. Kapasitas produksi mereka bervariasi. Mulai puluhan hingga ratusan kilogram per hari.

Kepala Bidang Wasdal Gakkum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang Yuli Inayati mengatakan, semua home industry tahu di Kecamatan Jogoroto membuang limbah cairnya langsung ke lingkungan. Seperti ke sungai, sawah dan pekarangan masing-masing. Pembuangan limbah cair itu berlangsung puluhan tahun sejak 1990-an.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibuatkan Pemkab Jombang sejak 2018, rupanya tidak dioperasikan oleh para pengusaha. Padahal, 2 IPAL di sentra industri tahu ini menghabiskan anggaran daerah sekitar Rp 1,2 miliar. Puluhan industri tahu tetap saja membuang limbahnya ke lingkungan. Salah satunya mencemari kanal sekunder Rejoagung II yang mengalir hingga Kecamatan Peterongan, Jombang.

"Berdasarkan hasil pengawasan kami seluruhnya tidak mempunyai IPAL. Mereka langsung membuang ke sungai, ke sawah dan tanah sendiri. Yang saya tahu sekarang masyarakat setempat tidak bisa menggunakan air permukaan karena dampak pembuangan itu mencemari air tanah. Mereka harus mengebor lebih dalam. Itu kan dari bahan organik ya, itu yang menyebabkan tercemarnya sungai," kata Yuli kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Yuli menjelaskan untuk menangani pembuangan limbah cair industri tahu ke lingkungan, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran selama lima tahun. Yaitu 2018-2023. Setiap tahun anggaran dikucurkan untuk membangun IPAL di sentra industri tahu Kecamatan Jogoroto.

Sayangnya, 2 IPAL yang selesai dibangun saat ini tidak dioperasikan para pengusaha tahu. Mereka berdalih kapasitas IPAL tidak mampu menampung limbah cair dari semua industri tahu yang ada.

Selanjutnya
Halaman
1 2