Akbar Tandjung Wajibkan Machfud Arifin-Mujiaman Menang Pilwali Surabaya 2020

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 21:26 WIB
machfud arifin-mujiaman
Machfud Arifin bersama Akbar Tandjung (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Tokoh senior Golkar Akbar Tandjung datang menghadiri Kampanye akbar yang diselenggarakan oleh DPC Partai Golkar Surabaya pada Selasa (24/11). Golkar mewajibkan paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujimaan Sukirno menang di Pilwali Surabaya 2020.

"Pemilihan kepala daerah bukan hanya mencari suara terbanyak, tapi untuk menemukan dan mendengar suara rakyat. Visi politik adalah untuk dekat dengan rakyat. Paslon Machfud-Mujiaman akan membuat Surabaya lebih baik, 9 Desember paslon nomor 2 wajib menang," ujar Akbar Tandjung di Hotel Wyndham Surabaya, Selasa (24/11/2020).

Akbar juga menekankan bahwa Pilwali Surabaya 2020 adalah kontestasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Yang paling penting dari Pilkada, adalah bagaimana mensejahterakan rakyat," imbuhnya.

Cawali nomor urut 2, Machfud Arifin menyebut sosok Akbar Tanjung sebagai inspirasi dan seniornya dalam berpolitik. Ia juga berharap, kader Golkar solid dan aktif untuk mengamankan suaranya di TPS hingga tingkat kecamatan.

"Beliau adalah senior dan inspirasi saya. Jadi dukungannya menjadi kekuatan. Penentuannya 9 Desember. Saya hanya bekerja dan terus menemui warga. Dan tentunya, saya harap kader Golkar sejak H-3 coblosan sudah mengawasi apapun kecurangan dan mengawal suara saya," ujarnya.

Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni menegaskan bahwa acara ini menjadi bukti keseriusan Golkar memenangkan Machfud Arifin. Hal itu dibuktikan dengan kedatangan Akbar Tanjung ke lokasi.

"Di usia Akbar Tanjung yang senior, beliau masih mau berkampanye. Mudah-mudahan keberuntungan bisa mengalir," harapnya.

Arif mengklaim sejak dulu, di mana Akbar turun berkampanye langsung, maka kemenangan datang. Sehingga, Ia berharap hal ini menjadi tanda kemenangan.

"Kalau melihat pemilihan sebelumnya, dari 2004 ketika Akbar turun, di situ menang," ujar dia.

Ketika ditanya soal tudingan black campaign yang menyerang pihak Machfud Arifin, ia mengaku tidak kaget. "Sekarang banyak dituding menciptakan black campaign, padahal enggak benar itu," pungkasnya.

(iwd/iwd)