Pengakuan Pembunuh Mandor, Dendam Hingga Celurit Nancap di Dada Korban

Pengakuan Pembunuh Mandor, Dendam Hingga Celurit Nancap di Dada Korban

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 17:11 WIB
pembunuhan di mojokerto
Supriono yang membunuh mandor yang rebut istrinya (Foto: Enggran Eko Budianto)

Sementara Anik memilih tinggal di warung nasi yang selama ini dia kelola di Dusun Wonokerto. Warung tersebut tepat di depan pabrik beton tempat Supriono bekerja.

Ibu dua anak ini menikah secara siri dengan Sugeng sekitar dua bulan lalu. Sedangkan Supriono tetap menduda.

Dendam yang selama ini dipendam Supriono mencapai puncaknya pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu dia mengetahui Sugeng berada di warung mantan istrinya. Korban berada di kamar bersama dua anak Anik.

"Saya telepon putri saya supaya segera pulang bersama adiknya karena sudah malam. Namun dia tak pulang-pulang karena adiknya sudah tidur. Kemudian saya datang ke warung mantan istri saya," jelasnya.

Saat itulah Supriono mengetahui ada Sugeng di tempat tinggal mantan istrinya. Tanpa berfikir panjang dia mengambil sebilah celurit dari samping warung Anik. Dia lantas menghampiri Sugeng tanpa sepengetahuan mantan istrinya.

"Saya tanya dulu maunya Sugeng apa. Sugeng tidak menjawab, dia berdiri mau ngajak berkelahi. Setelah itu saya bacok ke arah kepala, lalu saya pukul dengan tangan. Dia mau berdiri, saya bacok sampai celuritnya lepas," cetusnya.

Akibatnya, Sugeng tewas dengan celurit masih menancap di dadanya. Sedangkan Supriono ditangkap warga saat berusaha kabur.

Tersangka kini ditahan di Rutan Polres Mojokerto. Dia dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Hukuman 10 tahun penjara sudah menantinya.


(iwd/iwd)