Cerita Residivis Pencurian Jadi Kurir Sabu dengan Upah Rp 25 Ribu/Gram

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 17:51 WIB
Himpitan ekonomi menjadi dalih seorang residivis kasus pencurian kembali berulah. Kali ini ia nekat menjadi kurir sabu dengan upah Rp 25 ribu per gram.
Jumpa pers Polres Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Himpitan ekonomi menjadi dalih seorang residivis kasus pencurian kembali berulah. Kali ini ia nekat menjadi kurir sabu dengan upah Rp 25 ribu per gram.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, Tohari Aris Prasetyo (43) merupakan residivis kasus curanmor dan curat. Bukannya bertobat setelah bebas dari penjara, warga Desa Kesiman, Kecamatan Trawas ini kembali berulah.

Namun kali ini, Tohari ditangkap tim dari Polsek Pacet karena nekat menjadi kurir sabu. Dia diringkus saat mengantarkan narkotika golongan I tersebut di depan SDN Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Selasa (10/11) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Dari tersangka, kami sita 33,52 gram sabu yang dibungkus plastik, tisu dan lakban," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Jumat (20/11/2020).

Tangkapan lebih besar didapatkan Satreskoba Polres Mojokerto. Petugas berhasil meringkus Yusuf Hidayatullah (21) di rumahnya, Desa Centong, Kecamatan Gondang pada Kamis (19/11) sekitar pukul 20.30 WIB. Tersangka kedapatan menyimpan puluhan paket hemat sabu siap edar.

"Berawal dari informasi masyarakat, kami bentuk tim, alhamdulillah berhasil menangkap tersangka dengan barang bukti 41,36 gram sabu," terang Dony.

Selain Tohari dan Yusuf, lanjut Dony, pihaknya juga meringkus 17 pengedar sabu yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto selama 20 hari terakhir. Dari tangan 19 tersangka, polisi menyita 142,21 gram sabu.

Selanjutnya
Halaman
1 2