Tambang Batu yang Makan Korban Jiwa di Tulungagung Ternyata Ilegal

Adhar Muttaqien - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 19:51 WIB
tambang batu di trenggalek longsor
Evakuasi jenazah warga yang tertimpa longsor tambang batu (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung - Penambangan batu di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung yang longsor dan memakan korban jiwa ternyata ilegal. Itu dikatakan pihak Perhutani wilayah Kediri Selatan.

"Jadi memang ada aktivitas masyarakat yang mencari batu, tapi Itu memang ilegal, artinya tanpa ada izin," kata Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan Adi Nugroho, Kamis (18/11/2020).

Adi mengatakan selama ini pihaknya telah berulang kali mengingatkan warga agar tidak melakukan penambangan batu di area hutan Perhutani. Namun faktanya kegiatan penambangan masih tetap berjalan.

"Tapi kalau yang longsor ini (aktivitasnya) masih baru, dan itu luasannya cukup kecil," ujarnya.

Terkait kejadian tersebut pihaknya akan segera mengambil langkah tindak lanjut dam berkoordinasi dengan para pihak terkait, termasuk LMDH hingga aparat kepolisian. Diharapkan ke depan tidak ada lagi kegiatan penambangan batu ilegal di kawasan tersebut.

"Kami akan gelar sosialisasi juga kepada masyarakat di sekitar lokasi," imbuh Adi.

Sebelumnya, SY (55) warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung tewas tertimbun reruntuhan batu saat melakukan aktivitas penambangan batu perbukitan Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.

Jasad korban baru berhasil ditemukan dievakuasi pada Rabu malam setelah didatangkan alat berat untuk membantu proses pencarian. (iwd/iwd)