Ribuan Buruh Tolak Omnibus Law Sempat Blokade Jalan Basuki Rahmat

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 16:26 WIB
Pedemo di Surabaya blokade Jalan Basuki Rahmat
Demo omnibus law sempat blokade Jalan Basra (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Ribuan buruh yang akan melakukan aksi di kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan memilih berhenti di Jalan Basuki Rahmat (Basra). Mereka memblokade kawasan tersebut dan membentangkan bendera merah putih dan bendera serikat buruh masing-masing.

Selama kurang lebih 1 jam kawasan Basuki Rahmat mulai patung Karapan Sapi hingga depan Hotel Wyndham dipenuhi ribuan buruh. Mereka mengharapkan ditemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mereka juga meletakkan poster bertuliskan 'Tolak Omnibus Law dan Naikkan UMK 2021'.

"Kami dari buruh Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Surabaya sebanyak 7ribu menuntut gubernur keluar menemui perwakilan massa aksi," teriak Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat kepada detikcom di kawasan Basuki Rahmat, Kamis (19/11/2020).

Pedemo di Surabaya blokade Jalan Basuki RahmatPendemo di Surabaya blokade Jalan Basuki Rahmat/ Foto: Esti Widiyana

"Kami minta gubernur menemui kami. Naikkan UMK dan tolak omnibus law," teriak massa.

Dari pantauan detikcom, massa yang memblokade kawasan Basra sekitar pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kantor gubernur. Itu dilakukan lantaran mendengar jika gubernur bersedia menemui perwakilan buruh.

Massa yang menaiki motor, mobil, truk dan bus ini perlahan-lahan meninggalkan kawasan Basra. Sementara arus lalu lintas yang menuju ke jalur protokol sempat terhenti. Kendaraan yang menuju kawasan Basra putar balik di Patung Karapan Sapi.

(fat/fat)