15 Pasar di Ponorogo Direvitalisasi, Hasilnya Ekonomi Meningkat 20 Persen

Charoline Pebrianti - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 12:13 WIB
pasar di ponorogo
Salah satu pasar yang direvitalisasi di Ponorogo (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Peningkatan perekonomian masyarakat bisa dimulai dari revitalisasi pasar tradisional. Langkah ini diambil Pemkab Ponorogo dan terbukti efektif meningkatkan perekonomian warga hingga 20 persen.

"Pasar rakyat mengalami peningkatan omzet. Rata-rata di atas 20 persen," tutur Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Addin Andanawarih kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Addin menambahkan artinya dengan adanya peningkatan omzet ini, perekonomian di tingkat pasar rakyat mengalami peningkatan melalui transaksi yang ada.

Selama lima tahun, Pemkab Ponorogo tercatat sudah merevitalisasi 15 pasar kecamatan. Di antaranya pasar Badegan, Sumoroto ada 2 pasar, Slahung, Balong, Jetis, Bungkal, Tamansari (Sambit), Pulung, Jenangan, Pasar Pon, Tonatan, Sawoo ada 2 pasar.

"Semua sudah selesai direvitalisasi. Tinggal pasar Legi. Maret 2021 sudah bisa ditempati," terang Addin.

Untuk revitalisasi, lanjut Addin, dana yang dikucurkan pun beragam. Untuk Pasar Sumoroto, Bungkal, Sawoo dan Pulung Rp 5 Miliar. Sementara Pasar Tamansari di Kecamatan Sambit menghabiskan dana sebesar Rp 3,5 Miliar. Sedangkan Pasar Tonatan menghabiskan Rp 1,8 M.

"Memang satu pasar dengan pasar lain berbeda. Tergantung besarannya. Juga tergantung dana yang diberikan APBN karena memang ini dari APBN, " tegas Addin.

Addin mengaku revitalisasi tidak hanya mempercantik bangunan fisik saja, melainkan juga untuk melengkapi fasilitas. Seperti toilet, musala, tempat laktasi, parkir yang nyaman, dan kebersihan.

"Itu semua agar warga tidak ragu berbelanja di pasar," kata Addin.

Selanjutnya
Halaman
1 2