Ini IMA, Alat Monitor Infus Kurangi Kontak Tenaga Medis dengan Pasien

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 11:41 WIB
Kasus kematian tenaga medis akibat COVID-19 mencapai 6,5 persen di Indonesia. Tenaga medis kerap terpapar Corona saat monitoring terapi infus pasien.
Infusion Monitoring Assistance (IMA)/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Kasus kematian tenaga medis akibat COVID-19 mencapai 6,5 persen di Indonesia. Tenaga medis kerap terpapar Corona saat monitoring terapi infus pasien.

Akhirnya, dokter di Lamongan membuat inovasi alat bantu medis, yang dikenal dengan nama Infusion Monitoring Assistance (IMA). Ini sebuah alat bantu medis yang dapat membantu memonitor terapi infus dari jarak jauh, dengan memanfaatkan Internet of Medical Things (IoMT).

IMA merupakan hasil kreasi dokter di Puskesmas Sekaran, dr Alif Cholifaturrahman bersama Ahmad Cholifa Fahruddin. "Alat ini dapat membantu memonitor terapi Infus dari jarak jauh. Salah satunya menggunakan teknologi internet of medical things (loMT), yang dapat membantu untuk mengurangi kontak langsung dengan pasien," kata dr Arif Cholifaturrahman, Selasa (17/11/2020).

Arif menerangkan, alat bantu yang disebut IMA ini menggunakan 2 mikrokontroler yaitu Attiny85 dan ESP32. Alat yang dapat memonitor tetesan infus pasien dari jarak jauh ini menggunakan sensor yang terdiri dari led infrared dan phototransistor.

"Hasil nilai analog dari sensor akan masuk ke Attiny85 untuk dikomparasi saat ada tetesan dan saat tidak ada tetesan. Hasil dan komparasi nilai analog dari sensor akan menghasilkan sinyal digital yang akan masuk ke pin interrupt dari ESP32," terang Arif.

Ia menambahkan, IMA mengurangi kontak dengan pasien. IMA menggunakan teknologi IoMT untuk memonitor kecepatan dan volume cairan infus. Mikrokontraler ESP32 digunakan untuk proses data dan mengirimkan data ke bot telegram, dan attiny85 untuk memproses data analog dari sensor menjadi digital.

Selanjutnya
Halaman
1 2