Kasus Aktif COVID-19 di Surabaya Tinggal 50 Orang, Kebanyakan OTG

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 22:31 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Kabar baik terus datang dari Kota Surabaya terkait perkembangan kasus COVID-19. Kini, Surabaya hanya memiliki 50 kasus aktif. Kebanyakan tidak bergejala atau OTG.

"Terkait penambahan kasus memang tertanggal 15 November dari data lawancovid-19.surabaya.go.id jumlah kasus aktif sekitar 50," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Namun, lanjut Febri, yang perlu diingat dan diwaspadai masyarakat adalah virus COVID-19 ini perkembangannya dinamis. Ia pun membeberkan resep Pemkot Surabaya dalam menekan angka penularan.

Seperti pengaruhnya dari protokol kesehatan dari warga Surabaya. Pemkot juga selalu melakukan sosialisasi dengan menggunakan tim swab hunter, selain mengingatkan juga dilakukan swab kepada pelanggar.

"Harapannya warga tetap bisa waspada jangan melihat dari angka 50, tapi lihatlah bahwa kemungkinan tertular sangat besar sekali. Terutama bagi warga usia rentan dan memiliki komorbid," ujarnya.

Pemkot juga memperketat tracing. Ketika ditemukan satu orang positif, maka Dinkes akan mencari sampai 50 orang yang kontak erat dan dilakukan tes swab. Saat diketahui hasilnya dan ternyata ada yang positif langsung dilakukan isolasi.

"Ini yang untuk memutus mata rantai agar tidak berkembang. Kita lakukan treatment kepada orang yang positif COVID-19, treatment kepada warga dari data puskesmas untuk warga yang punya komorbid dan sering melakukan cek up. Pemberian bantuan oximetri terhadap orang-orang yang rentan terpapar jangan sampai terjadi happy hipoxia," jelasnya.

Pembatasan wilayah juga telah dilakukan melalui kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Dimana warga luar kota yang tinggal di Surabaya lebih dari tiga hari harus menunjukkan hasil negatif COVID-19, bagitu pun sebaliknya bagi warga Surabaya yang habis bepergian ke luar kota.

"Melalui satgas kampung tangguh agar peduli kepada siapa saja yang habis dari luar kota untuk meminta hasil swab. Jangan sampai kawasan nol covid karena dari luar Surabaya tidam melaporkan dan menyampaikan kondisinya seperti apa. Ini upaya yang dilakukan pemkot agar jangan sampai reborn," pungkasnya.

(iwd/iwd)