Curhat Mbah Sri soal Tanahnya Hanya Dibayar Rp 360 Ribu Oleh PDAM Magetan

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 11:23 WIB
Pada 1995, tanah Mbah Sri di Magetan digunakan PDAM. Kala itu ia hanya mendapat kompensasi Rp 360 ribu dari Rp 10 juta yang diminta.
Mbah Sri di Magetan/Foto: Sugeng Harianto
Magetan -

Pada 1995, tanah Mbah Sri digunakan PDAM Magetan. Kala itu ia hanya mendapat kompensasi Rp 360 ribu dari Rp 10 juta yang diminta.

Kini, nenek bernama lengkap Mintarsih Samsriati (75) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan itu ingin memperjuangkan kembali uang Rp 10 juta tersebut. Kepada detikcom, ia pun menceritakan soal kisah yang terjadi di 1995 tersebut.

"Pertama ngih tahun 1995 wayah sore kulo ki amek godong kok wonten tiyang ngukur lemah kulo. 'Mas niki kok diukur kajeng damel nopo, dijawab kajeng dibangun Mbah, dibangun PDAM ngoten' (Pertama ya, tahun 1995 waktu sore dulu saya metik daun pisang kok ada orang mengukur tanah saya. Mas ini kok diukur tanah untuk apa, dijawab mau dibangun Mbah, dibangun PDAM gitu," ujar Mbah Sri kepada detikcom, Senin (16/11/2020).

Kala itu Mbah Sri tidak langsung menjawab, karena tanah itu hak miliknya dan ia rutin membayar pajak. "Niku terserah anak kulo, kulo boten saget mutusi, niku hak milik loh Mas pemajekan kulo lak ngoten (Itu terserah anak saya, itu hak milik ada bayar pajak loh Mas)," imbuhnya.

Setelah itu ia dipanggil perangkat desa untuk datang ke kantor desa, dan mengaku diancam oleh camat saat itu, Galuh. Jika ia tidak melepaskan tanah untuk kepentingan PDAM, maka akan berurusan dengan hukum.

"Saya dipanggil Pak Sarip, pegawai PDAM ke kantor desa. Zaman itu lurahnya Pak Juri, Camat Bu Galuh. Saya hanya diam saat diancam katanya akan dibui kalau tidak menyerahkan tanahnya. Bu Galuh camatnya saat itu yang mengancam tahun 1995," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3