Air PDAM Bukan Penyebab Gatal-gatal Warga Magetan di Tujuh Desa

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 14:19 WIB
PDAM Magetan/Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Pihak PDAM telah melakukan pengecekan air di beberapa desa yang diduga menyebabkan gatal-gatal. Namun dari hasil penelitian Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), penyebab gatal yang melanda warga bukan dari air PDAM.

"Sepekan terakhir berita gatal warga usai mandi menjadi viral nasional maupun regional. PDAM Lawu Tirta melangkah cepat atas perbincangan tersebut di media sosial. Dan hasil penelitian oleh tim kami gatal bukan disebabkan dari air PDAM," kata Direktur Utama PDAM Kabupaten Magetan Welly Kristanto saat dihubungi detikcom, Kamis (2/5/2019).

Ia mengakui laporan warga yang kerap gatal-gatal usai mandi. Namun ia juga menjelaskan jika air PDAM yang dialirkan ke rumah warga tergolong normal. Atau tidak menyebabkan gatal-gatal. Itu dibuktikan dengan tes laboratorium atas beberapa sampel air air yang diambil dari lima desa.


"Hasil penelitian disampaikan ke PDAM bahwa sisa chlor yang menjadi indikator awal ada tidaknya bakteriologi yang ada dalam air. Hasil normal yakni sisa chlor 0,2 - 0,5 miligram per liter menjadi syarat air bersih dari Permenkes bisa dikonsumsi oleh masyarakat," imbuhnya.

Welly melanjutkan, dalam kandungan sisa chlor yang normal tidak ada bakteri yang menyebabkan gatal. "Karena pada kadar sisa chlor tersebut tidak ada bakteri coli yang bertahan hidup dalam air. Sedang bakteri coli menjadi standar kekuatan daya tahan bakteri lainnya yang ada (hidup pada tubuh / perut manusia). Jika bakteri coli saja mati dengan sisa chlor dari proses disinfektan, maka bakteri lain juga akan mati," lanjutnya.

Sementara itu untuk mendekatkan diri ke masyarakat, pihak PDAM menggelar istighosah bersama. Tujuannya, agar warga tidak mengalami musibah. "Ya meski penyebab gatal warga kemarin bukan dari air PDAM, namun tetap kita minta agar ustaz mengajak warga yang hadir untuk berdoa agar tidak ada musibah," ujarnya.

Dia menambahkan selama ini PDAM telah bekerja maksimal memenuhi target. Hal ini terbukti tahun 2018 pendapatan PDAM mencapai Rp 5.8 miliar.

Warga gelar istighosah/Warga gelar istighosah/ Foto: Sugeng Harianto

"Alhamdulillah melebihi target kita terlampaui tahun 2018 bahkan mencapai Rp 5.8 miliar. Padahal target kita hanya Rp 2.3 miliar," Direktur Umum PDAM Magetan Gianto.

Diungkapkan Gianto untuk jumlah pelanggan saat ini PDAM Magetan mencapai 70.336 tersebar di 19 kecamatan. Pendapat kotor setiap bulan PDAM Magetan mencapai lebih dari Rp 3 miliar.

"Alhamdulillah untuk menyemangati pelanggan yang tertib kita selalu berikan hadiah kepada pelanggan," tuturnya.

Bupati Magetan Suprawoto menanggapi wabah gatal yang melanda tujuh desa di tiga kecamatan itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan para OPD untuk mencari penyebab gatal.


"Rasanya penyebabnya bukan air PDAM, menurut pak lurah dan warga sekarang lagi musim ulat mangga yang jumlahnya demikian banyak," ujar Bupati Magetan Suprawoto usai upacara Hardiknas di Kecamatan Maospati.

Sejumlah desa yang warganya merasakan gatal-gatal yakni Desa Tulung, Rejosari, Ngadirejo serta Desa Karangrejo di Kecamatan Kawedanan. Kemudian Desa Belotan dan Selorejo di Kecamatan Bendo. Terakhir Desa Pojoksari di Kecamatan Sukomoro.

Para warga mengeluhkan gatal-gatal setiap usai mandi atau bersentuhan dengan air. Seperti berwudhu atau mencuci tangan. (sun/fat)