RUU Larangan Minuman Beralkohol, PHRI Jatim: Dampaknya ke Wisatawan Asing

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 18:03 WIB
ilustrasi alkohol
Foto: thinkstock
Surabaya -

DPR RI membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol dan mengatur sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol. Sanksi pidana bagi peminum minuman beralkohol diatur dalam Pasal 20.

Dalam pasal 7 pelanggar akan dipidana penjara paling sedikit tiga bulan, paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 50 juta.

Lalu, bagaimana dampak pada sektor pariwisata seperti hotel, bar dan restoran di Jatim?

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono mengatakan, jika RUU Larangan Minuman Beralkohol berkaitan dan berdampak pada strategi pariwisata. Bukan hanya untuk kepentingan hotel, restoran dan bar saja, tetapi untuk mendatangkan wisatawan asing nantinya.

"Kan ada target untuk mendatangkan wisatawan asing sebanyak-banyaknya ke Indonesia. Sedangkan ini kebutuhan untuk orang asing suatu kebutuhan mereka, bukan untuk mabuk tapi untuk kebutuhan. Kalau itu sudah tidak bisa apa ada pengecualian untuk wisatawan asing atau gimana pengecualian wilayah, peruntukan," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, imbas dari RUU Larangan Minuman Beralkohol ini sudah jelas terlihat dampaknya pada pariwisata. Di mana minuman beralkohol merupakan salah satu fasilitas yang diberikan dan harus dipertimbangkan lagi.

Selanjutnya
Halaman
1 2