Cegah Pengadangan Truk Pengangkut Pupuk Subsidi, Ini yang Dilakukan Polisi Tuban

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 16:29 WIB
polisi Tuban dengan cepat menyikapi isu kelangkaan pupuk bersubsidi
(Foto: Ainur Rofiq/detikcom)

Untuk pihak Distributor, kata Kompol Budi, diharuskan ada transparansi Informasi kepada masyarakat petani terkait jadwal distribusi pupuk subsidi. Jadwal pengiriman pupuk selanjutnya diserahkan ke Polres Tuban maupun Polsek maksimal 3 hari sebelum pengiriman.

"Selain itu agar melaksanakan penebusan dan pendistribusian pupuk sesuai alokasi di wilayahnya dan memberikan surat tembusan kepada polsek asal maupun tujuan terkait pengiriman pupuk bersubsidi," pungkasnya.

Sementara soal penyerapan pupuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtadji, mengaku bahwa penyerapan pupuk di Tuban sudah mencapai 75 persen.

"Sampai saat ini sudah terserap sekitar 75 persen, masih ada 25 persen dengan hitungan teknis masih bisa mencukupi kebutuhan pupuk di Kabupaten Tuban untuk dua bulan ke depan" jelas Kadis Pertanian Murtadji.

Murtadji berharap kepada para petani di Tuban untuk mendaftar ke E- RDKK, karena pada 2021 nanti yang tidak punya kartu tani tidak akan mendapatkan jatah pupuk subsidi.

"Pada tahun 2021 yang tidak mempunyai Kartu Tani tidak akan mendapatkan pupuk. Harapan Kami semua petani tahun 2021 jangan sampai tidak ada yang mendaftar di E-RDKK," imbuh Murtadji.

Manager penjualan wilayah Jawa-Bali Petrokimia Gresik Iyan Fajri, menyampaikan Petrokimia Gresik siap menyediakan pupuk sesuai yang di butuhkan oleh Kabupaten Tuban. Bahkan pihak Petrokimia juga siap memberikan sanksi kepada distributor yang melakukan pelanggaran maupun penyelewengan.

"Kami siap menyediakan stok sesuai yang dibutuhkan untuk Kabupaten Tuban ini, kami juga sudah menugaskan kepada semua distributor maupun kios untuk dapat menyalurkan sesuai aturan yang berlaku. Sanksinya dari mulai sanksi administrasi, peringatan hingga pencabutan izin," tegas Iyan.


(fat/fat)