Kemenristek/BRIN Dukung Unair Kembangkan Riset dan Inovasi soal COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 19:03 WIB
Perkembangan vaksin dan obat COVID-19 dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diapresiasi dan didukung Kemenristek. Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN, Prof Ghufron Ali Mukti mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan riset dan inovasi untuk mengatasi pandemi COVID-19.
Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN, Prof Ghufron Ali Mukti/Foto: Esti Widiyana

Dampak pandemi terhadap perekonomian global, ada 81 persen tenaga kerja global atau 2,67 miliar dari 3,3 miliar tenaga kerja, yang saat ini terancam pemutusan kerja. Selain itu juga terjadi pergeseran besar di pasar saham dan peningkatan risiko resesi ekonomi.

"Dampak selanjutnya ada penurunan harga minyak bumi, pariwisata dunia kehilangan 400 miliar Dolar AS, dan sentimen negatif di pasar keuangan," ujarnya.

Tidak hanya berdampak bagi dunia global, di Indonesia tercatat ada 1,2 juta pekerja dari 74.430 perusahaan diberhentikan dan di-PHK. Pada sektor formal ada 137.589 pekerja dari 22.753 perusahaan yang diberhentikan. Lalu ada 873,090 pekerja dari 17,224 perusahaan di-PHK. Sementara pada sektor informal ada 189.452 pekerja dari 34.453 perusahaan yang diberhentikan.

"Bahkan, Organisasi Perburuhan Internasional menyatakan bahwa wabah COVID-19 adalah krisis global dunia terburuk semenjak Perang Dunia II," tambahnya.

Selama pandemi, pemerintah telah melakukan peluncuran 61 produk riset dan inovasi COVID-19. Menurutnya, peluncuran produk riset dan inovasi Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 oleh Presiden Republik Indonesia, dapat dimaknai sebagai kebangkitan inovasi Indonesia.

"Di masa depan, diharapkan produk-produk hasil riset dan inovasi dalam negeri dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak hanya selama pandemi tapi juga kebutuhan jangka panjang," pungkasnya.

Halaman

(sun/bdh)