Soal Spanduk Black Campaign, Bawaslu Banyuwangi Tak Ingin Buru-buru Bertindak

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 18:28 WIB
black campaign di banyuwangi
Salah satu spanduk black campign di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)

Hamim menambahkan, kalau melihat kontennya, spanduk provokatif tersebut tidak masuk kategori alat peraga kampanye.

"Itu tidak termasuk APK. APK itu yang dicetak oleh KPU, maupun APK tambahan yang dicetak sendiri oleh paslon berisi citra diri dan ajakan memilih," imbuhnya.

Kendati demikian, karena keberadaan spanduk provokatif ini meresahkan masyarakat, Bawaslu akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Segera kita koordinasikan karena meresahkan masyarakat," tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini bertebaran spanduk provokatif dan bernada diskriminasi gender di sejumlah kecamatan. "Wong wedok iku nggone nang sumur, dapur, dan kasur. Gak dadi bupati. (Perempuan itu tempatnya di sumur, dapur, dan ranjang. Tidak jadi bupati)," isi spanduk tersebut.

Spanduk provokatif ini terpasang di sejumlah wilayah Banyuwangi. Diantaranya, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kecamatan Glagah, dan Kecamatan Giri.

Di duga kuat, spanduk provokatif ini sengaja dipasang untuk menjatuhkan pasangan calon nomor urut dua Ipuk Fiestiandani-Sugirah. Ipuk diketahui merupakan representasi perempuan yang ikut bertarung dalam ajang pesta demokrasi 5 tahunan Bumi Blambangan.


(iwd/iwd)