Waspada, Banjir dan Tanah Longsor Masih Hantui Warga Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 12:23 WIB
polres mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Bencana banjir dan tanah longsor masih berpotensi terjadi di Kabupaten Mojokerto. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan pemerintah bersama TNI, polisi, dan para relawan.

Kerjasama semua elemen untuk mencegah bencana alam di Kabupaten Mojokerto ditandai dengan apel kesiapan tanggap bencana alam tahun 2020. Apel di lapangan upacara Mapolres Mojokerto melibatkan polisi, Kodim 0815, relawan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran (PMK), serta BPBD.

Pada momen ini, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Himawan Estu Bagijo dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto mengecek berbagai peralatan, logistik dan personel untuk menghadapi bencana alam. Mulai dari peralatan dapur umum milik Taruna Siaga Bencana (Tagana), peralatan medis PMI, hingga perahu dan kendaraan lainnya.

"Ini upaya pencegahan bencana yang akan terjadi di Kabupaten Mojokerto. Peralatan, logistik dan personel kami siapkan apabila terjadi bencana," kata Dony kepada wartawan di lokasi apel, Jumat (6/11/2020).

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menjelaskan, bencana banjir dan tanah longsor masih berpotensi terjadi di Kabupaten Mojokerto. Sehingga masyarakat diimbau selalu waspada. Potensi tanah longsor berada di kawasan pegunungan Pacet dan Trawas. Sedangkan potensi banjir di Kecamatan Sooko, Mojoanyar dan Ngoro.

"Upaya pencegahan kami lakukan salah satunya dengan kerja bakti membersihkan sungai-sungai untuk mencegah banjir apabila curah hujan tinggi," ujar Dony.

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menuturkan, penyebab banjir salah satunya akibat tersumbatnya sejumlah aliran sungai. Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama dengan polisi, BPBD dan Dinas PUPR membersihkan sampah di beberapa sungai.

"Di Grogol kami angkut 53 truk eceng gondok, di Sungai Sadar kami angkut sampah bambu dan ranting 13 truk. Semua untuk membantu masyarakat supaya tinggal nyaman tanpa bencana banjir dan bencana lainnya," ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, lanjut Dwi, pihaknya menugasi para Danramil untuk mengecek potensi bencana di setiap kecamatan. Sehingga bencana alam bisa dicegah sejak dini.

"Ada beberapa tempat yang belum kami bersihkan, dalam waktu dekat kami bersihkan. Kami sarankan Dinas PUPR pengadaan ekskavataor yang lengannya panjang untuk memudahkan mengangkat puing-puing di sungai," jelasnya.

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo memastikan berbagai keperluan untuk mencegah maupun menangani bencana alam telah siap. Mulai dari personel, peralatan hingga logistik. Menurut dia, bencana alam akibat perubahan iklim saat ini bisa dicegah karena pergerakan lempeng bumi, air dan cuaca sudah bisa diprediksi.

"Saya lihat semua kelengkapan sudah ada. Dari mulai logistik, kelengkapan yang lain, tenaga medis dan instrumen pengangkutan juga sudah disiapkan. Mudah-mudahan bisa menjadi bagian proses menyelesaikan persoalan ketika bencana benar-benar hadir," tandasnya. (iwd/iwd)