Pasar Tanpa Uang di Kota Probolinggo, Warga Boleh Ambil Barang Secara Gratis

M Rofiq - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 15:13 WIB
Kelompok pemuda di Kota Probolinggo menggelar pasar tanpa uang di trotoar jalan. Warga yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi COVID-19, bisa mengabil barang secara gratis.
Pasar tanpa uang di Kota Probolinggo/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Kelompok pemuda di Kota Probolinggo menggelar 'pasar tanpa uang' di trotoar jalan. Warga yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi COVID-19, bisa mengambil barang secara gratis.

Mereka menyediakan aneka barang bekas seperti baju, kerudung, jilbab, tas dan seragam sekolah. Kemudian ada masker, hand sanitizer hingga sembako dan mi instan.

Setiap pagi dan sore hari, banyak warga yang datang ke lapak pasar tanpa uang untuk memilah dan memilih dagangan milik komunitas ini. Meski gratis, pengunjung hanya boleh mengambil barang sesuai dengan kebutuhan atau tidak berlebihan.

Dwi Angraini, salah seorang pengunjung, awalnya tidak menyangka barang-barang tersebut gratis. Ia hanya mengambil masker dan barang sesuai dengan kebutuhan keluarganya.

"Senang dengan adanya pasar gratis tanpa uang yang disediakan komunitas anak muda di lapak trotoar jalan. Sangat membantu di saat warga kesusahan dampak pandemi Corona. Jadi ambil barang sesuai kebutuhan keluarganya. Semoga ditiru komunitas lainnya, gelar kegiatan sosial seperti ini," ujar Dwi, Rabu (4/10/2020).

Salah seorang anggota kelompok pemuda tersebut, Agni mengatakan, pihaknya mendapat barang-barang tersebut dari sumbangan warga dan teman-teman. Baik dari Probolinggo maupun luar kota.

"Kita kumpulkan dari teman-teman komunitas. Mulai dari Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Akhirnya terkumpul baru kita salurkan, dengan gelar pasar gratis tanpa uang," terangnya.

"Namun masyarakat mengambil sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. Tujuan pasar tanpa uang untuk saling membantu sesama di saat terpuruk akibat bencana non alam, ada penyebaran COVID-19," imbuhnya.

Ia dan teman-temannya berharap, ke depan lebih banyak dermawan dan komunitas lain yang mau menyumbangkan barang-barang yang sudah tidak terpakai, untuk ditaruh di pasar tanpa uang itu.

(sun/bdh)