Sidoarjo Kini Punya Layanan Karantina Pertanian, Ekspor Bisa Cepat dan Akurat

Suparno - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 13:36 WIB
mentan syahrul yasin limpo
Mentan Syahrul Yasin Limpo di komplek Sun City Bizz (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Pusat Sayur dan Buah di Porong Sidoarjo kini memiliki layanan pemeriksaan tindakan karantina pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengecek lokasi tersebut.

Dengan layanan ini maka pelaku usaha dapat melakukan proses bisnis ekspor dengan lebih cepat, tepat dan akurat.

"Sektor pertanian di Jawa Timur memiliki potensi besar, selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri juga laris di pasar dunia. Dengan fasilitas layanan cepat ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing," kata Syahrul Yasin Limpo saat melakukan rangkaian kunjungan kerjanya di Porong Sidoarjo Selasa (3/10/2020).

Menurut pria yang di sapa SYL ini, keberadaan fasilitas pusat grosir buah dan sayur yang modern, apalagi jika ditambah dengan cold chain storage, sangat bermanfaat bagi produk pertanian yang bersifat mudah rusak atau perishable.

"Untuk mempercepat ekspor produk segar pertanian ke manca negara, kami siapkan layanan pemeriksaan jemput bola. Petugas karantina yang datang dan memastikan produk sehat, aman dan sesuai protokol ekspor," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini aturan tarif tidak lagi populer di perdagangan internasional dan berganti menjadi pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari bagi produk pertanian. Untuk itu peran Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku fasilitator pertanian diperdagangan internasional menjadi strategis dalam upaya peningkatan ekspor produk pertanian.

"Sejalan dengan kebijakan meningkatkan nilai ekspor tiga kali lipat, Barantan menyiapkan fasilitas pemeriksaan inline inspection. Jadi komoditas diperiksa di gudang dan langsung dikemas. Sehingga tiba tempat pengeluaran dapat langsung diberangkatkan ke negara tujuan," jelas Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi bersama Direktur Jendral Tanaman Pangan, Suwandi dan pejabat lainnya.

Jamil juga menyebutkan sebagai wujud komitmen pemerintah, dalam hal ini karantina dan pabean untuk mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan. Waktu tunggu atau dwelling time harus cepat dan biaya harus murah.

Menurut Jamil, sesuai arahan Mentan, pihaknya mendorong kelancaran arus barang agar iklim logistik nasional menjadi lebih baik.

"Saat ini sudah 950 pelaku usaha pertanian yang telah memanfaatkan fasilitas pemeriksaan bersama karantina-pabean, dan akan kita dorong terus. Apalagi komoditas pertanian yang kaitan erat dengan pangan dan energi, harus dipastikan lancar," tambah Jamil.

Sementara itu, Direktur Suncity Group, Chandra Dedi Purnama menyebutkan kawasan miliknya telah menggandeng berbagai asosiasi pasar modern, hotel, mal dan juga asosiasi petani juga dilibatkan.

"Dengan menggandeng semua elemen tersebut kami bisa melayani kebutuhan buah dan sayur di Indonesia timur dan merambah pasar Eropa," tandas Chandra. (iwd/iwd)