Ini Cara Menjaga Kelanggengan Rumah Tangga Agar Tak Alami Fase Dinamis

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 09:27 WIB
Cincin Pernikahan dan Tunangan
Foto: dok. Frank & Co
Surabaya -

Pernikahan akan mengalami fase dinamis yang seringkali mengganggu hubungan. Untuk itu, diskusi dan penyesuaian sebelum pernikahan dianggap penting untuk mencegah konflik dan menjaga kelanggengan rumah tangga.

Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Tri Kurniati Ambarini MPsi membagikan empat hal yang harus diperhatikan dan didiskusikan bersama pasangan sebelum menikah.

1. Negosiasi Peran Individu dan Tema Pernikahan

Menurutnya, pasangan harus menentukan bagaimana peran mereka nantinya saat telah berkeluarga. Siapa yang nantinya akan mencari nafkah, mengurus rumah tangga, seberapa besar alokasi waktu untuk keluarga hingga bagaimana rencana masa depan mereka berdua. Tidak harus suami mencari nafkah dan istri mengurus rumah tangga. Sehingga sosialisasi gender di antara kedua pasangan diperlukan untuk membentuk pemahaman yang baik mengenai keinginan, kemampuan, serta ekspektasi dari satu sama lain.

"Kalau yang lebih pintar masak suami, ya tak apa suami yang handle beberapa urusan rumah tangga. Istri bisa support di bagian lain. Makanya penentuan peran dan rencana itulah yang akan merepresentasikan tema keluarga yang ingin dibangun. Apakah berdasar kerja sama, pembagian peran, maupun tema yang lain. Itu semua bisa diusahakan dengan diskusi awal pra-nikah," kata Tri, Selasa (3/11/2020).

2. Regulasi Batas Antara Keluarga dan Teman

Pasangan hendaknya memperhatikan dan mendiskusikan external marital boundary, perlu menetapkan sejauh mana baik suami maupun istri dapat berinteraksi dengan keluarga dan teman. Biasanya seberapa sering suami atau istri mengunjungi keluarga masing-masing, bermain bersama teman, maupun sejauh mana pasangan dapat mendiskusikan masalah dengan keluarga dan teman dibanding dengan pasangannya.

3. Regulasi Batas Suami dan Istri
Hilangnya sekat-sekat privasi sering membuat seseorang mengalami krisis identitas diri saat telah menikah. Untuk mencegah hal tersebut, pasangan perlu menetapkan batasan-batasan dalam hubungan suami istri.

"Anda perlu tahu perilaku mana yang disukai dan tak disukai. Mana hal-hal yang menyakiti pasangan, serta sejauh mana kita dapat mencampuri urusan pasangan. Semua itu dibutuhkan agar kita punya pertimbangan dalam berperilaku," jelasnya.

4. Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan tersebut meliputi bagaimana tabungan dan rekening akan dibuat, siapa yang bertanggung jawab membayar tagihan, manajemen keuangan sehari-hari, serta berbagai kepentingan finansial lainnya. Umumnya aspek finansial yang paling rumit dan melelahkan adalah keuangan sehari-hari, sehingga hendaknya keuangan tidak hanya dibebankan pada salah satu pasangan saja.

"Strategi ini sendiri dapat dikatakan berhasil apabila pasangan merasa puas dengan kontrol dan kekuasaan yang didistribusikan dengan adil. Selain itu, akses keuangan yang seimbang juga mendorong iklim hubungan yang lebih baik," pungkasnya.

(fat/fat)