Namanya Banyak Dicatut, Khofifah Tegaskan Netral di Pilkada Serentak 2020

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 13:33 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Terutama pada libur panjang ahkir bulan ini.
Gubernur Khofifah (Foto: Suparno)
Surabaya - Banyak relawan hingga pasangan calon (Paslon) yang berlaga di Pilkada serentak, mengklaim mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Klaim dukungan ini ada yang mengatasnamakan dari Relawan Khofifah, Loyalis Khofifah, ataupun Sahabat Khofifah yang mendukung salah satu Paslon.

Gubernur Khofifah menegaskan dirinya netral dalam Pilkada serentak 2020. Hal ini diungkapkan Tim Media Khofifah, Trisnadi. Dia menegaskan Khofifah mengambil sikap untuk tidak memihak pada salah satu Paslon kepala daerah di manapun Pilkada serentak digelar.

"Ibu Khofifah mengambil sikap netral di pilkada di semua daerah yang sedang menggelar kontestasi demokrasi. Jika ada yang menggunakan nama, atau inisial, yang mengatasnamakan atau mengesankan pribadi ibu gubernur, maka tidak ada hubungannya dengan Ibu Khofifah," tegas Trisnadi di Surabaya, Senin (2/11/2020).

Trisnadi menambahkan sebagai gubernur, Khofifah ingin menjaga kesamaan jarak dengan seluruh pihak. Salah satunya tidak memihak siapapun paslon kepala daerah di pilkada serentak. Hal ini merupakan sikap adil sebagai gubernur yang merupakan milik seluruh warga Jatim.

"Dan Ibu Khofifah selalu berpesan agar semua pihak menjaga suasana proses demokrasi yang kondusif, menjaga nilai-nilai demokrasi yang arif," tambah Trisnadi.

Tak hanya itu, jika ada oknum relawan atau Paslon yang mengklaim mendapat dukungan dari Khofifah, Trisnadi menambahkan hal tersebut tidak benar.

"Kembali saya menegaskan bahwa siapapun yang menyatut klaim dukungan dengan nama Ibu Khofifah dalam Pilkada ini, bukan representasi dari diri beliau," pungkas Trisnadi.

Diketahui, di Jawa Timur ada sebanyak 19 daerah kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada. Saat ini proses kampanye di 19 kabupaten kota sudah mulai berjalan.

Rinciannya, 19 kabupaten atau kota yang menggelar Pilkada yakni di Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Kediri. (hil/iwd)