Ini Pemicu Utama Angka Perceraian Meningkat Saat Pandemi COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 13:21 WIB
Cincin Pernikahan dan Tunangan
Foto: dok. Frank & Co
Surabaya -

Selama pandemi COVID-19 jumlah perceraian di Surabaya kian meningkat. Finansial dan efek psikologis dampak situasi karantina menjadi salah satu pemicu utama. Akan tetapi jika dilihat dari psikologi, dinamika pernikahan selalu memiliki fase krisis yang wajib diketahui semua pasangan.

Menurut Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Tri Kurniati Ambarini MPsi, secara garis besar pasangan yang telah menikah umumnya akan mengalami 7 tahapan pernikahan. Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas passion atau gairah, realisasi, pemberontakan, kerja sama, reuni, ledakan, serta penyelesaian.

"Ketujuh tahapan tersebut akan diikuti oleh serangkaian fase-fase krisis berdasarkan umur pernikahan," kata Tri, Senin (2/11/2020).

Fase krisis pertama umumnya muncul di tahun ketiga pernikahan. Sebab, banyak adaptasi yang terjadi antara suami dan istri. Untuk mengatasinya, dibutuhkan diskusi dan penyesuaian, baik sebelum maupun selama menjalani kehidupan rumah tangga. Pasangan yang berhasil melewati tahap ini umumnya akan mampu bertoleransi terhadap sikap dan sifat pasangan.

"Fase kedua terjadi di tahun kelima pernikahan yang biasanya muncul akibat masalah finansial yang belum mapan. Jika sedang menginjak fase ini, hendaknya suami dan istri mulai sepakat untuk berbagi peran agar keadaan keuangan segera stabil," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2