Berikut Besaran Dana Kampanye Paslon di Pilwali Surabaya 2020

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 14:24 WIB
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - KPU Kota Surabaya mengumumkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dua paslon nomor urut 01 dan 02 dalam Pilwali 2020. Laporan tersebut merupakan bagian dari sejumlah tahapan yang harus dipenuhi kedua paslon selama masa kampanye.

"Iya sudah, kemarin," kata Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi kepada detikcom, Minggu (10/11/2020).

LPSDK yang diumumkan KPU itu yakni bernomor 1070/PL.02.5.Pu/4/KPU-Kot/XI/2020. Dalam LPSDK tertanggal 1 November itu ditandatangani Ketua KPU Surabaya dan masing-masing paslon dari nomor urut 01 dan 02.

Pada paslon nomor urut 01, disebutkan total sumbangan dana kampanye yang dilaporkan total sebesar Rp 1.843.801.000. Rinciannya sumbangan dari paslon yakni Rp 721.200.000, dari parpol Rp 448.600.00, pihak lain perseorangan Rp 674.001.000.

Sedangkan paslon nomor urut 02 dilaporkan sumbangan dana kampanye total sebesar Rp 7.250.000.000 Rinciannya dari paslon Rp 500.000.000 dan sumbangan pihak lain badan hukum swasta Rp 6.750.000.000

Menurut Syamsi, dalam LPSDK bahwa kedua paslon hanya diperbolehkan menerima sumbangan dana kampanye maksimal Rp 84 miliar. Sedangkan untuk minimal penerimaannya tak diatur.

"Minimal gak diatur. Kalau maksimalnya Rp 84 miliar," jelas Syamsi.

Setelah mengumumkan LPSDK, lanjut Syamsi, kedua paslon di akhir masa kampanye juga akan dimintai Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Menurut Syamsi, laporan ini harus disampaikan ke KPU satu hari sebelum masa kampanye berakhir yakni pada tanggal 5 Desember nanti.

"Satu hari setelah masa kampanye habis, maka akan diminta membuat laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye atau LPPDK," tandas Syamsi.

Tonton juga 'Megawati ke Kadernya: Yang Nggak Solid Saya Pecat!':

[Gambas:Video 20detik] (iwd/iwd)