Ciptakan Mesin Pencacah Bonggol Jagung, Solusi ITS Bantu Petani di Gresik

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 12:38 WIB
its bonggol jagung
Mesin pencacah bonggol jagung yang diciptakan tim KKN ITS (Foto: Istimewa)
Gresik -

Melimpahnya hasil panen jagung di Desa Bolo, Gresik yang merupakan komoditas utama di desa tersebut, menyisakan bonggol jagung sebagai limbah yang cukup banyak dan belum termanfaatkan oleh warga desa. Melihat hal tersebut, tim pengabdian masyarakat (Abmas) KKN ITS Surabaya menciptakan mesin pencacah untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi pakan ternak dan bahan baku briket.

Bonggol jagung merupakan bagian tempat menempelnya biji-biji jagung. Bagian ini sering dianggap tidak memiliki manfaat sehingga kebanyakan petani jagung membuangnya. Hal ini juga terjadi di Desa Bolo yang dikenal sebagai juara satu penghasil jagung di daerah bagian utara 15 tahun terakhir. Produk jagung dari Desa Bolo, dijual dalam bentuk biji jagung sampai ke berbagai kota, sehingga hanya menyisakan bagian bonggolnya saja.

Menurut ketua tim Dr Wiwiek Hendrowati ST MT, tiap musim panen di Desa Bolo, bonggol jagung yang dihasilkan kebanyakan hanya dibuang di sebuah lahan. Hanya sedikit dari bonggol jagung itu yang dimanfaatkan untuk kegiatan pengasapan ikan di sana. Namun sisanya yang masih sangat banyak hanya dibuang begitu saja hingga berjamur.

"Padahal (bonggol jagung) masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis," ungkap dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (30/10/2020).

Wiwiek menyebutkan bonggol jagung bisa dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak, terlebih di Desa Bolo juga terdapat peternakan. Selain itu, menurutnya, bonggol jagung juga bisa dimanfaatkan menjadi briket yang digunakan untuk bahan bakar.

Kedua alternatif pemanfaatan bonggol jagung tersebut memerlukan mesin pencacah untuk membantu menghaluskan bonggol jagung menjadi serpihan-serpihan. Oleh karena itu, tim Abmas dan KKN ITS ini menciptakan alat pencacah bonggol jagung sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan program ini, tim Abmas ITS ini dibantu dua alumni ITS yang kini menjadi dosen di Universitas Qomaruddin, Gresik. Selain itu kegiatan ini melibatkan sepuluh mahasiswa ITS yang berdomisili di Gresik, sebagai mahasiswa KKN ITS.

Selanjutnya
Halaman
1 2