Puluhan Karya Lukis Seniman Banyuwangi Diborong Kolektor

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 17:55 WIB
Puluhan Karya Lukis Seniman Banyuwangi Diborong Kolektor
Foto: Ardian Fanani

"Kita ingin ada keterlibatan pihak destinasi wisata. Kita beri ruang kegiatan para perupa di destinasi. Misal di Pantai Pulau Merah, Alas Purwo hingga TWA Kawah Ijen," tambahnya.

Ipuk Fiestiandani mengaku memiliki lima program untuk pengembangan seni lukis di Banyuwangi ke depan. Pertama, meningkatkan frekuensi pameran lukisan di Banyuwangi serta memfasilitasi pameran di luar; mewajibkan setiap kantor perusahaan, pemerintah, hotel, dan investasi baru di Banyuwangi untuk membeli lukisan dari pelukis asli Banyuwangi; bantuan alat untuk menunjang kreativitas para pelukis; penyelenggaraan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pelukis, terutama pelukis muda.

"Namanya katakanlah Akademi Lukis. Kami memang sudah menyiapkan akademi seni-budaya untuk para seniman. Salah satunya tentu Akademi Lukis. Jadi para pelukis senior Banyuwangi kami fasilitasi kelas untuk mementori para pelukis muda. Bahkan, jika teman-teman pelukis berkenan, kami bisa gelar workshop pelukis senior dari luar kota atau dosen seni rupa nasional untuk tukar ilmu dengan pelukis Banyuwangi," ujar alumnus Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Ipuk Fiestiandani menambahkan, langkah kelima yang akan diambil adalah memperkuat program regenerasi seniman. Di Banyuwangi saat ini sudah ada program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang salah satunya adalah beasiswa belajar kesenian di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo. Ke depan, itu akan ditingkatkan.

Puluhan Karya Lukis Seniman Banyuwangi Diborong KolektorPuluhan Karya Lukis Seniman Banyuwangi Diborong Kolektor/ Foto: Ardian Fanani

"Jadi anak-anak muda yang mau belajar kesenian, termasuk seni lukis, bisa dijembatani beasiswa ke ISI yang ada jurusan kesenian tersebut," pungkasnya.

Selain Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, lukisan para perupa Banyuwangi juga diborong oleh puluhan kolektor yang ada di Banyuwangi. Di antaranya, David Wijaya Djoek, Suhartatik dan Ketua Hipmi Jatim, Mufti Anam.

Salah satu pelukis yang juga pengurus Langgar Art, Windu Pamor mengucapkan terima kasih kepada kolektor yang telah memboyong lukisan karya warga Banyuwangi. Dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar agar perupa Banyuwangi bisa terus berkarya di tengah pandemi COVID-19.

"Tentu ini menjadi penyemangat kami dalam berkarya. Kami harap ajang ini terus bisa berlangsung lebih sering lagi. Langgar Art sebagai komunitas pelukis Banyuwangi sangat mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam kegiatan ini," pungkasnya.


(fat/fat)