Sekdaprov Jatim Buka Pameran Lukisan Virtual yang Diikuti 83 Pelukis

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 00:56 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahyono membuka pameran lukisan secara virtual. Pameran lukisan ini diikuti puluhan pelukis Jawa Timur.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono/Foto: Istimewa
Surabaya - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahyono membuka pameran lukisan secara virtual. Pameran lukisan ini diikuti puluhan pelukis Jawa Timur.

Meski pamerannya digelar secara virtual, upacara pembukaan diselenggarakan gabungan antara offline dan online. Pembukaan diselenggarakan di Taman Budaya Jatim, Jalan Genteng Kali Surabaya, dengan audiens yang hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Pameran lukisan secara virtual bertajuk 'Harmoni Seni Rupa Jawa Timur' ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-75 Provinsi Jawa Timur, yang jatuh pada 12 Oktober. Pameran diikuti 83 pelukis yang berasal dari hampir semua wilayah di Jatim, bekerja sama dengan situs khusus untuk lukisan, pasarlukisan.com.

Masing-masing pelukis mengirimkan satu karya yang diseleksi dan diverifikasi oleh satu tim yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing Agus Koecink (Surabaya), Wahyu Nugroho (Pasuruan) dan Syarifudin dari Malang.

Heru Tjahyono, Sekdaprov Jatim dalam sambutannya mengatakan, meskipun ruang menjadi sempit akibat pandemi, tetapi Pemprov Jatim tetap mencarikan ruang bagi para seniman. Khususnya para pelukis untuk tetap berekspresi melalui pameran secara virtual.

"Tetapi pameran secara virtual ini diperlukan hanya untuk menginformasikan kepada masyarakat luas, menginformasikan kepada pasar yang lebih luas. Karena kesan orang tentu berbeda melihat lukisan melalui handphone, dengan melihat lukisan secara aslinya. Kalau kita melihat lukisan secara fisik, kita akan mendapatkan rasa dan misteri dari lukisan tersebut. Karena itu nantinya diperlukan inovasi-inovasi lagi, misalnya pameran lukisan secara outdoor, di tempat terbuka, agar tetap dapat menerapkan protokol kesehatan," kata Heru, seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (27/10/2020) malam.

Heru berharap, Disbudpar Jawa Timur dapat mengkolaborasikan antara pameran lukisan dengan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur. Misalnya pameran lukisan dengan latar belakang air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kota Batu. Atau di tempat lain.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto menyatakan, pameran secara virtual ini diselenggarakan sebagai kepedulian Pemprov kepada masyarakat di wilayah seni rupa. "Pameran ini bisa diakses oleh masyarakat bukan saja yang tinggal di Jawa Timur, tetapi juga secara global. Mereka setidaknya dapat memantau pergerakan seniman Jatim," katanya.

Melalui aplikasi Zoom, Pustanto, Kepala Galeri Nasional mengapresiasi pameran virtual pelukis Jawa Timur ini. "Sekarang ini kondisi memang sedang tidak normal, sehingga kita dihadapkan pada situasi pilihan. Termasuk bagaimana mau berpameran. Pameran secara online memang berbeda dengan pameran offline. Tetapi sisi baiknya pameran secara online tidak memiliki batas ruang, sehingga karya-karya yang dipamerkan bisa diakses oleh masyarakat kapan saja, dan di mana saja mereka berada. Kami mengapresiasi ruang yang disediakan Disbudpar Jawa Timur ini," kata Pustanto.

Agus Koecink, salah seorang dari tim seleksi menilai, karya-karya yang akan dipamerkan secara virtual ini amat variatif. Meliputi genre dekoratif, naturalis, abstrak, surealis dan sebagainya. Mereka itu mengikuti pameran dengan sistem undangan dan open call. Mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

"Memang dalam proses penyebaran dan seleksi ini ada kendala, karena harus bekerja secara online. Terutama materi-materi undangan atau pengumuman open call yang terkadang tidak bisa dibuka atau di-download. Karena ternyata HP pelukis bukan android, dan lain sebagainya. Tetapi itu masalah teknis yang akhirnya bisa diselesaikan juga," ujarnya.

"Di tengah masa pandemi ini, saya lihat semangat mereka untuk terus menciptakan karya patutlah kita hargai. Ini menandakan bahwa masyarakat seni di Jawa Timur ini terus bergerak mencipta, dan memang perlu diwadahi oleh institusi yang menangani seni dan budaya di pemerintahan," pungkas Agus. (sun/bdh)