Alasan Suami Jual Istri di Surabaya: Faktor Ekonomi dan Hiperseks

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 22:12 WIB
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer
Surabaya -

Kasus suami jual istri di Surabaya kembali terungkap. Pelaku menjual istrinya karena faktor ekonomi dan korban yang hiperseks.

Pelaku berinisial T (43) warga Pamekasan, Madura. Ia menawarkan layanan seks dari istrinya yang berusia 38 tahun, kepada pria hidung belang.

"Berdasarkan keterangan tersangka, istrinya ini memiliki hasrat seks yang tinggi. Sulit memuaskan korban. Ini juga untuk fantasi seks mereka," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama kepada detikcom, Selasa (27/10/2020).

Aksi suami jual istri ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Mulai Agustus 2019 hingga mereka terciduk pada Rabu (21/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

Fauzi menambahkan, pelaku menawarkan layanan seks bertiga atau threesome di twitter. Saat penggerebekan di sebuah kamar hotel di Jalan Jemursari, pelaku dan istrinya tengah memberikan layanan seks threesome. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Atas kejahatan yang dilakukan, pelaku terancam dijerat Pasal 2 UURI No 21 Tahun 2007 Tentang TPPO, dan atau 296 KUHP dan atau 506 KUHP.

(sun/bdh)