Pemkab Blitar akan menggandeng influencer untuk sosialisasi perubahan perilaku saat pandemi COVID-19. Ini karena dalam tradisi Mataraman membutuhkan sosok untuk menyampaikan pesan.
Pjs Bupati Blitar Budi Santoso mengaku meminta petunjuk dari Provinsi Jatim, mengingat status daerahnya bertahan di zona oranye. Bahkan dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, 18 masih berada di zona merah.
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Satgas COVID-19 Provinsi Jatim, Budi mendapat beragam masukan. Di antaranya memperbaiki pola komunikasi. Terutama dengan tokoh ulama, masyarakat dan pemuda. Karena figur mereka yang digugu masyarakat.
"Di wilayah Mataraman ini masyarakat butuh figur yang mengimitasi kebijakan pemerintah ya. Sehingga saya berinisiatif menggunakan tokoh ulama, masyarakat dan pemuda sebagai influencer untuk menyampaikan woro-woro, tentang kesadaran perubahan perilaku saat pandemi ini," tutur Budi kepada detikcom, Selasa (27/10/2020).
Menurut Budi, saat ini merupakan fase penerapan perubahan perilaku masa pandemi COVID-19. Yakni lebih disiplin menerapkan 3M, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Budi menilai, masih tingginya paparan virus Corona di Kabupaten Blitar, merupakan indikasi masih rendahnya kesadaran masyarakat mengubah perilaku saat pandemi COVID-19.
Selain lebih intensifnya pola komunikasi publik, Budi juga mempertegas kemauan dari semua elemen masyarakat untuk melaksanakan perubahan perilaku itu. Operasi Yustisi makin ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Termasuk transparansi penanganan dan laporan kasus baru yang masih tinggi terjadi di Kabupaten Blitar.
"Saya akui penanganan perlu lebih tegas dalam kerangka isolasi mandiri. Saya sudah melakukan pendekatan kepada semua camat dan para kiai. Lebih baik semua OTG disentralisir isolasinya di LEC, yang sarana dan pengawasannya bisa lebih maksimal," ungkapnya.
Kurangnya sarana tes swab juga diakui masih menjadi kendala upaya tracing dan testing kasus baru. Namun Budi mengupayakan adanya penambahan anggaran untuk pengadaan sarana tes swab.
"Yang jelas di iklim demokrasi ini, solusi harus dibicarakan bersama. Atas dasar mufakat bersama, sehingga semua bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.