Kronologi Kasus Pria Ngaku Timses Gibran yang Aniaya Pacar di Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 20:57 WIB
aniaya pacar ngaku timses gibran
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Seorang pria berinisial RZ (33), dilaporkan kekasihnya AC atas penganiayaan. RZ kerap mengintimidasi AC dengan mengaku sebagai tim sukses Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, mengenal salah satu Kapolda hingga penasihat kepresidenan.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan penganiayaan terjadi pada 14 Oktober malam, lalu korban melaporkan RZ ke polisi.

"Kita amankan pelaku, berawal dari kejadian tanggal 15 Oktober pukul 05.00 WIB. Kemudian kita amankan pelaku tanggal 22 Oktober, bahwa para pelaku dan korban mempunyai hubungan teman dekat bisa dikatakan pacar. Pelaku ini mengklaim sebagai salah satu timses paslon yang ada Solo," kata Hartoyo saat rilis di Mapolrestabes Surabaya Jalan Sikatan Surabaya, Sabtu (24/10/2020).

Saat menemui korban di apartemen, keduanya saling mengobrol hingga terjadi cekcok antara korban dengan tersangka. Korban pun kesal dan spontan membanting handphone tersangka.

"Awalnya cekcok perihal suatu hal kadang si pelaku kurang menghargai saya, membahas masalah perempuan-perempuan di depan saya, saya emosi saja dan secara spontan membanting hp-nya," ungkap korban.

Namun, di luar dugaan korban, RZ lalu memukul wajah korban beberapa kali dengan tangan mengepal hingga mata korban sebelah kanan mengeluarkan darah dan korban terjatuh ke lantai.

Kemudian, tersangka menyeret tangan kanan korban hingga mengakibatkan luka. Korban pun berteriak histeris dan berusaha lari ke lantai bawah untuk keluar dari apartemen dan memanggil sekuriti. Tetapi, tersangka menarik tangan korban agar tidak keluar dari apartemennya.

Hal ini membuat korban dan tersangka saling dorong. Karena korban kalah kuat dari tersangka, korban langsung lari masuk ke kamar tidur lantai atas. Tak lama kemudian, korban turun ke lantai bawah dan berteriak kepada dua orang sekuriti supaya menolong korban.

Kemudian tersangka menarik korban masuk ke dalam apartemen, dan mengunci pintu dari luar. Karena korban panik, korban langsung memecah kaca jendela dari dalam apartemen dengan menggunakan kursi makan, serta berteriak meminta tolong kepada sekuriti. Baru 10 menit kemudian datang sekuriti membukakan pintu dan korban langsung melapor ke Polsek Lakarsantri Surabaya.

Selanjutnya
Halaman
1 2