Mengeluh Sakit Gigi, Pria Lajang di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 14:52 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo
Blitar -

Warga Sananwetan, Kota Blitar terkejut menemukan jasad seorang pria dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya. Sebelumnya, pria lajang ini hanya mengeluh sakit gigi yang tak kunjung sembuh.

Pria yang nekat gantung diri menggunakan umbul-umbul merah putih itu adalah YH (62). Dia memang masih melajang dan tinggal seorang diri di rumahnya yang terletak di Kecamatan Sananwetan.

Keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, beberapa tetangga masih melihatnya jaga malam dan melihat TV pada Kamis (22/10) malam. Bahkan tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB, beberapa warga yang saat itu jaga di Pos Kamling masih melihat YH berada di jalan.

Kemudian pada sekitar jam 08.30 WIB saksi Dony Anggara tetangganya, melewati rumah korban dengan keadaan pintu rumah terbuka.

"Saksi masuk ke rumah dan mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan Umbul-umbul merah putih yang diikatkan dengan kayu balok atau blandar di rumahnya," tutur Kabag Humas Polresta Blitar, Iptu Achmad Rochan dikonfirmasi detikcom, Jumat (23/10/2020).

Melihat hal itu, saksi bergegas melaporkan kepada kakaknya yang diteruskan kepada pamong kelurahan. Mereka juga melaporkan kejadian ini ke Polsek Sananwetan.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian, menurunkan jasad dari gantungan. Tim medis yang memeriksa, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya.

"Dari hasil identifikasi ditemukan adanya tanda tanda gantung diri yang diantaranya, lidah menjulur dan tergigit, alat kelamin mengeluarkan sperma, serta terdapat bekas jeratan tali pada leher korban," jelasnya.

Sementara keterangan pihak keluarganya, Yuni diduga mengalami depresi. Dia tingg seorang diri dan jauh dari tempat tinggal keluarganya yang lain. Yuni juga diketahui mengalami keterbelakangan mental, namun masih mampu bersosialisasi dengan para tetangga.

"Empat hari ini mengeluh sakit giginya gak sembuh-sembuh. Mungkin saja sakitnya ini menambah dia depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya," pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(iwd/iwd)