63 Kelurahan di Kota Surabaya Nol Kasus COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:47 WIB
sebaran pasien covid di surabaya
Peta sebaran pasien COVID-19 di Surabaya (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

63 Dari 154 kelurahan di Surabaya sudah nol kasus COVID-19 dari data per 21 Oktober 2020. Capaian ini tak lepas dari usaha Pemkot Surabaya mencegah penyebaran COVID-19

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai cara untuk mempertahankan kelurahan agar tidak memiliki kasus COVID-19. Salah satunya dengan melakukan penguatan melalui sosialisasi protokol kesehatan, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dengan melibatkan lintas sektoral secara intensif dan berkelanjutan.

"Kami juga terus menjamin masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap patuh melaksanakan 3C (menghindari close room, close distancing, crowded) dengan mengikutsertakan peran serta lintas sektor diantaranya yakni Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas," kata Febri, Kamis (22/10/2020).

Pemkot juga lebih memasifkan pemeriksaan tes swab, khususnya bagi masyarakat yang memiliki risiko terpapar. Dalam pelaksanaan tes swab, dipastikan telah berkoordinasi dengan puskesmas masing-masing wilayah untuk pemantauan lebih lanjut.

"Kemudian, mensyaratkan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif bagi pelaku perjalanan. Terutama bagi warga yang baru pulang dari berpergian. Atau warga luar kota yang menginap di Surabaya," jelasnya.

Selain itu, mengoptimalkan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Sebab, hal ini menjadi penting dilakukan untuk mengendalikan penularan COVID-19 di masyarakat.

"Tentu dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warga yang dikarantina atau isolasi mandiri," ujarnya.

Monitoring harian juga terus dilakukan bagi pergeseran status pelaku perjalanan, kontak erat maupun suspek atau probable di masing-masing kelurahan untuk mendeteksi dini (early warning sistem) berbasis wilayah di bawah koordinasi Wani Jogo Suroboyo dan puskesmas.

"Terakhir, melibatkan peran aktif Karang Taruna, PKK, Remas dan organisasi kemasyarakatan untuk menerapkan Program Sehat Mandiri, Bebas dari COVID-19 berbasis keluarga," pungkas Febri.

(iwd/iwd)